14 December 2025, 23:35

Mencekam di Pantai Bondi Sydney: Korban Tewas Jadi 12, Polisi Selidiki Dugaan Pelaku Ketiga

Jumlah korban tewas dalam penembakan massal di kawasan Pantai Bondi, Sydney, Australia dilaporkan bertambah menjadi 12 orang, sementara 29 orang lainnya terluka

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
2,130
Mencekam di Pantai Bondi Sydney: Korban Tewas Jadi 12, Polisi Selidiki Dugaan Pelaku Ketiga
Penembakan di Pantai Biondi, Sydney, Australia yang terjadi saat perayaan Hanukkah telah menewaskan 12 orang, termasuk satu pelaku. (REUTERS/NINE NETWORK/SEVEN NETWORK/AUSTR)

Perspektif.co.id - Jumlah korban tewas dalam penembakan massal di kawasan Pantai Bondi, Sydney, Australia dilaporkan bertambah menjadi 12 orang, sementara 29 orang lainnya terluka, termasuk dua anggota polisi. Kepolisian setempat menyebut satu pelaku penembakan tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu pelaku lainnya berada dalam kondisi kritis.

Perkembangan terbaru juga mengarah pada kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. New South Wales Police Commissioner Mal Lanyon menyatakan aparat sedang menginvestigasi apakah ada pelaku ketiga yang terlibat dalam insiden tersebut. Di saat yang sama, unit penjinak bom disebut menangani benda yang diduga sebagai bom rakitan di area sekitar lokasi.

Insiden ini terjadi ketika berlangsung perayaan Yahudi Hanukkah di pantai yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling ramai di Sydney. Saksi mata menyebut penembakan berlangsung sekitar 10 menit, memicu kepanikan dan membuat ratusan orang berhamburan ke jalan serta taman di sekitar kawasan pantai. Polisi memperkirakan sekitar 1.000 orang menghadiri acara Hanukkah tersebut. 

Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana kacau saat suara tembakan terdengar, disusul sirene kendaraan polisi. Reuters melaporkan telah mengonfirmasi beberapa video tersebut lewat materi pendukung yang terverifikasi dan menampilkan momen warga berlarian serta upaya melumpuhkan salah satu pelaku. 

Pemerintah Australia merespons cepat perkembangan situasi keamanan. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese langsung menggelar pertemuan dewan keamanan nasional usai kejadian dan menyebut serangan itu sebagai tindakan yang menargetkan komunitas Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah.

 “Ini adalah serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita, perayaan iman,” ujar Albanese, dikutip Reuters.

Reaksi juga datang dari Israel. Presiden Israel Isaac Herzog menyebut orang-orang Yahudi yang datang untuk menyalakan lilin pertama Hanukkah di pantai telah diserang oleh “teroris keji”. Sementara Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyampaikan keterkejutannya dan menilai pemerintah Australia perlu meningkatkan kewaspadaan, dengan mengaitkan serangan ini pada meningkatnya sentimen antisemit di ruang publik Australia dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, kelompok-kelompok Muslim di Australia turut mengecam aksi kekerasan tersebut. Australian National Imams Council bersama sejumlah perwakilan Dewan Imam menyatakan tindakan kekerasan seperti ini tidak memiliki tempat di masyarakat, meminta pelaku dimintai pertanggungjawaban penuh, dan menyampaikan simpati kepada korban serta keluarga yang terdampak. 

Bagi publik Indonesia, perhatian juga tertuju pada kemungkinan adanya korban WNI. Dalam perkembangan terpisah, KJRI Sydney menyatakan hingga saat ini belum ada konfirmasi adanya korban WNI dalam insiden penembakan di Sydney tersebut.

Berita Terkait