05 March 2026, 14:10

Modus Pura-pura Melayat di Jaktim Terbongkar, Uang Takziah Keluarga Korban Ludes Digondol Wanita yang Ngaku “Kenal”

Aksi pencurian dengan modus berpura-pura melayat menggegerkan warga Kramat Jati, Jakarta Timur.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
405
Modus Pura-pura Melayat di Jaktim Terbongkar, Uang Takziah Keluarga Korban Ludes Digondol Wanita yang Ngaku “Kenal”
TKP pencurian uang takziah dengan modus berpura-pura sebagai pelayat di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jaktim / Doc : istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Aksi pencurian dengan modus berpura-pura melayat menggegerkan warga Kramat Jati, Jakarta Timur. Seorang perempuan diduga menggasak uang takziah di rumah duka keluarga Nyai Hasanah (45) setelah datang seolah-olah pelayat yang mengenal keluarga. Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di rumah duka yang berada di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati.

Hasanah mengatakan uang takziah yang terkumpul hilang tanpa sisa, dan pelaku disebut perempuan yang sejak awal mengaku hendak bertakziah. Ia mengaku tidak menaruh kecurigaan karena pelaku datang dengan narasi seakan memiliki kedekatan dengan keluarga. Hasanah menuturkan, “Iya pelakunya perempuan, ngakunya mau melayat, kenal sama kita, tahu-tahunya uang takziah ludes, hilang nggak tersisa,” saat ditemui di lokasi kejadian.

Kronologi bermula ketika mertua Hasanah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB. Pelaku datang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, saat suasana rumah duka masih relatif lengang dan pelayat belum ramai berdatangan. Hasanah menceritakan perempuan itu bertahan cukup lama hingga menjelang waktu pemakaman. Selama berada di rumah duka, pelaku terlihat lebih banyak duduk sambil sesekali memperhatikan keadaan sekitar, seolah menunggu momen yang tepat.

Kepada keluarga korban, perempuan tersebut mengaku sebagai teman kakak ipar Hasanah. Ia juga menyebut dirinya sebagai “teman perjuangan” saat mengurus bantuan sosial, seperti pembagian sembako dan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pengakuan itu membuat keluarga merasa pelaku memang mengenal lingkungan mereka, sehingga tidak ada kewaspadaan khusus yang muncul.

Namun, situasi berubah ketika pelaku berpamitan dengan alasan hendak menumpang ke toilet. Dalam momen itulah, keluarga menduga pelaku mengambil uang takziah yang disimpan di rumah duka. Kehilangan baru disadari sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sempat berupaya mengejar, tetapi pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.

Peristiwa ini kemudian ramai diperbincangkan setelah video terduga pelaku beredar luas di media sosial. Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat berlari keluar usai diduga menjalankan aksinya. Informasi yang beredar di lingkungan setempat juga menyebut pelaku diduga pernah melakukan aksi serupa di beberapa lokasi lain. Disebutkan, modus serupa diklaim terjadi di Jalan Damai, Lubang Buaya pada 22 Desember 2025, serta di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026.

Kepolisian kini melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan keluarga korban dan sejumlah saksi, serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, menyatakan pihaknya tengah mendalami kasus tersebut, “Sedang kami selidiki kasus pencurian uang takziah di Kramat Jati oleh seorang perempuan,” ujarnya.

Fadoli menjelaskan pelaku diduga masuk ke lingkungan rumah duka dengan cara meyakinkan keluarga almarhum bahwa dirinya orang dekat, lalu membaur bersama para pelayat. Polisi menilai pelaku memanfaatkan momentum rumah duka yang dinamis—pelayat datang silih berganti, keluarga fokus pada prosesi, dan situasi kerap membuat perhatian terpecah. Ia mengatakan, “Dia melancarkan aksinya berpura-pura kenal dengan keluarga almarhum lalu berbaur dengan pelayat lainnya,” sebelum akhirnya diduga mengambil uang takziah ketika situasi lengah.

Menurut polisi, uang takziah diduga diambil saat kesempatan terbuka dan langsung dimasukkan ke dalam tas pelaku. Fadoli memaparkan modus itu berlangsung cepat, “Pas sedang lengah, pelaku mengambil uang takziah yang sudah dikantongi, dimasukkan ke dalam tasnya, lalu kabur,” kata dia, seraya menegaskan upaya pengejaran sempat dilakukan warga namun pelaku sudah lebih dahulu menghilang.

Berita Terkait