JAKARTA, Perspektif.co.id - Musim hujan kerap membawa “tamu” yang tidak diundang di rumah: lumut yang tumbuh di teras, jalur masuk, hingga sudut-sudut lantai yang sering terkena cipratan air. Kombinasi curah hujan tinggi, kelembapan yang menetap, dan minim paparan matahari membuat lumut tumbuh subur—dan masalahnya bukan sekadar estetika. Lumut membuat permukaan lantai jadi licin, meningkatkan risiko terpeleset, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Ketika lumut mulai muncul, penanganan cepat biasanya lebih mudah dibanding menunggu sampai menebal dan masuk ke pori-pori lantai. Ada beberapa metode pembersihan yang bisa dipilih, dari bahan rumah tangga hingga produk khusus. Prinsipnya sama: lumut perlu “dimatikan” dulu, lalu diangkat dengan sikat, kemudian dibilas sampai bersih agar spora tidak tertinggal.
1, yang paling sederhana adalah memanfaatkan air panas. Metode ini banyak dipilih karena minim bahan kimia: air mendidih disiramkan merata ke area berlumut, didiamkan sejenak agar lumut layu dan terangkat, lalu disikat—untuk lumut tebal bisa memakai sikat kawat. Setelah itu bilas, dan bila perlu tambahkan sabun agar sisa lumut lebih cepat terangkat. Pendekatan serupa juga direkomendasikan dalam panduan perawatan patio: air panas efektif “membunuh” lumut pada kontak, kemudian tinggal disikat dan dibilas, dengan catatan tetap berhati-hati terhadap risiko terkena air panas.
2, adalah campuran air dan cuka. Formulanya umum dipakai: perbandingan 1:1, lalu dimasukkan ke botol semprot atau kuas. Cairan disemprotkan pada area berlumut, didiamkan sekitar 15 menit atau lebih, kemudian digosok sampai bersih dan dibilas. Metode ini bisa efektif untuk lumut yang belum terlalu tebal, terutama jika dilakukan berulang dan disertai pembersihan rutin.
Namun ada catatan penting soal keamanan: jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih (bleach). Campuran keduanya dapat menghasilkan gas klorin yang berbahaya bagi pernapasan. (kontan.co.id) Jadi, kalau kamu memakai cuka hari ini, jangan “lanjut” dengan pemutih di sesi yang sama tanpa membilas tuntas dan memastikan area kering serta ventilasi baik.
3, adalah soda kue (baking soda). Ini termasuk opsi yang relatif mudah dan ramah penggunaan rumah tangga. Soda kue ditaburkan merata di atas lumut, dibiarkan semalaman agar mengganggu kondisi yang disukai lumut, lalu disikat menggunakan sikat berbulu keras. Setelah lumut terangkat, bilas sampai bersih. Metode baking soda juga banyak disebut sebagai opsi non-kimia keras untuk lumut di area luar rumah, meski tetap butuh “tenaga sikat” agar hasilnya maksimal.
4, adalah menggunakan pemutih baju yang diencerkan. Formulanya lazim: satu bagian pemutih dicampur empat bagian air, kemudian disiram atau diaplikasikan pada area berlumut, lalu disikat sampai bersih dan dibilas. Metode ini biasanya dipilih saat lumut sudah tebal atau membandel. Tapi pemutih termasuk bahan kuat—maka wajib memperhatikan keselamatan penggunaan: gunakan sarung tangan, hindari percikan ke kulit dan mata, pastikan ventilasi baik, dan jauhkan dari anak-anak serta hewan peliharaan. Prinsip kehati-hatian ini sejalan dengan peringatan pakar mengenai penggunaan bahan disinfektan: “Bahan disinfektan atau antiseptik apabila tidak digunakan dengan benar dapat menimbulkan efek yang merugikan manusia”, termasuk iritasi kulit dan gangguan saluran pernapasan.
5, adalah memakai obat pembersih lumut (moss remover) yang beredar di pasaran. Produk ini biasanya dirancang untuk membunuh lumut sekaligus menekan pertumbuhan ulang, sehingga cocok untuk teras yang cenderung lembap sepanjang musim hujan. Kuncinya: ikuti petunjuk label (takaran, durasi diam, dan cara bilas), karena tiap produk berbeda dan beberapa bisa berdampak pada tanaman sekitar jika terkena.
Di luar lima cara di atas, pencegahan sering jadi “jurus” yang paling hemat tenaga. Lumut senang dengan kondisi lembap dan teduh, jadi merapikan tanaman yang menutupi teras, memperbaiki aliran air agar tidak menggenang, serta menyapu dan membilas teras secara berkala bisa mengurangi peluang lumut balik lagi. Banyak panduan perawatan lantai luar juga menekankan pentingnya kebersihan rutin, perbaikan drainase, dan pemangkasan area teduh untuk menekan lumut kambuhan.