Perspektif.co.id - Persib Bandung membuka putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan beban target yang jelas: menang dan menjaga momentum di papan atas. Maung Bandung dijadwalkan menjamu PSBS Biak pada pekan ke-18 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (25/1/2026) pukul 19.00 WIB.
Dengan persaingan yang kian ketat di jalur atas, setiap poin terasa seperti “modal” yang menentukan arah kompetisi. Persib datang dengan status pemuncak klasemen sementara—mengoleksi 38 poin dari 17 pertandingan—sehingga laga kandang ini dipandang sebagai peluang sekaligus ujian konsistensi. Namun, jelang kick-off, Bojan Hodak harus menyusun ulang komposisi tim karena kehilangan Eliano Reijnders akibat akumulasi kartu kuning.
Hodak tak menutup fakta bahwa absennya Eliano memaksa tim menggeser opsi di sisi kiri. “Eliano mendapatkan akumulasi kartu kuning,” ujar Hodak, seraya memastikan mayoritas pemain lain dalam kondisi siap setelah kembali berlatih normal. Dalam skema yang disiapkan, posisi bek sayap kiri masih bisa diisi pemain yang tersedia, sementara poros tengah tetap memiliki opsi untuk menjaga stabilitas permainan.
Selain Eliano, Persib juga memantau kondisi Saddil Ramdani yang belum sepenuhnya pulih. Hodak menyebut ada pemain yang mulai kembali berlatih, tetapi kondisi Saddil masih memerlukan evaluasi mendekati hari pertandingan. Situasi ini membuat Persib membuka peluang perubahan di lini depan, termasuk opsi memainkan trio penyerang yang berbeda jika Saddil belum bisa tampil sejak awal.
Di sisi lain, PSBS Biak datang ke Bandung dengan suntikan moral yang tidak kecil. Mereka menutup putaran pertama dengan kemenangan telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC—hasil yang menjadi sinyal bahwa tim papan bawah pun bisa “meledak” jika lawan lengah. (Antara News) Hodak bahkan menjadikan hasil itu sebagai peringatan keras untuk timnya. “PSBS Biak, tim dari peringkat empat terbawah tapi mereka bisa menjadi sangat berbahaya…,” kata Hodak, mengingatkan Persib bisa mendapat nasib serupa bila tidak bermain penuh.
Menurut Hodak, ada dua aspek yang wajib diantisipasi Persib dari PSBS: transisi cepat dan situasi bola mati. “Mereka punya serangan balik yang bagus, punya set piece yang bagus dan mereka juga bertahan dengan baik… Jadi saya menduga ini menjadi laga sulit,” ujarnya. Dari kacamata tim besar, pesan itu sederhana: dominasi penguasaan bola tanpa disiplin kontrol risiko bisa berubah jadi bumerang.
Dari kubu PSBS, pelatih Agung Sugeng menegaskan timnya tidak datang untuk sekadar “mengisi jadwal”. Ia mengklaim persiapan sudah disusun dengan mempelajari pola permainan Persib dan menyiapkan pendekatan berbeda. “Kami yakin persiapan kami sudah matang. Kami mempelajari bagaimana cara main dari Persib, nanti akan ada sesuatu yang beda yang akan kita siapkan,” kata Agung. (detikcom) Meski begitu, PSBS juga mendapat gangguan jelang laga karena satu pemain yang semula diproyeksikan tampil justru sakit dan harus kembali ke Yogyakarta untuk pemeriksaan.
Dengan latar itu, duel di GBLA bukan cuma perkara perbedaan peringkat. Persib membawa kepentingan menjaga posisi dan memagari tren positif, sementara PSBS membawa urgensi mengejar poin agar tidak terjebak terlalu lama di zona rawan. Di atas kertas, tuan rumah diunggulkan. Tetapi pesan dari kedua pelatih sama: pertandingan ini bisa berubah arah kalau satu sisi kehilangan fokus.
Prakiraan susunan pemain yang beredar menjelang laga: Persib diproyeksikan menurunkan Teja Paku Alam; Patricio Matricardi, Julio Cesar, Alfeandra Dewangga, Kakang Rudianto; Marc Klok, Frans Putros, Thom Haye; Beckham Putra, Berguinho, Uilliam Barros. Sementara PSBS diperkirakan mengandalkan Kadu Manuel Monteiro; Sandro Embalo, Budiyono, Nurhidayat, Pablo Andrade; Yano Putra, Eduardo Barbosa, Luquinhas; Heri Susanto, Ruyery Blanco, Mohcine Hassan.