24 January 2026, 16:55

Persib vs PSBS: Hodak Pasang Alarm di GBLA, “Kalau Tidak 100 Persen, Mereka Sangat Berbahaya”

Persib Bandung bersiap membuka putaran kedua Super League Indonesia 2025/2026 dengan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
908
Persib vs PSBS: Hodak Pasang Alarm di GBLA, “Kalau Tidak 100 Persen, Mereka Sangat Berbahaya”
Bojan Hodak memberikan instruksi di pinggir lapangan dalam laga melawan Persebaya Surabaya di tengah hujan, pada pekan kelima Super League 2025-2026, Jumat (12/9/2025) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)

BANDUNG, Perspektif.co.id - Persib Bandung bersiap membuka putaran kedua Super League Indonesia 2025/2026 dengan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (25/1/2026) pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi momentum penting bagi Maung Bandung untuk menjaga laju di papan atas sekaligus menekan pemimpin klasemen, Borneo FC Samarinda.

Pelatih Persib Bojan Hodak meminta timnya tidak terbuai label “tim papan bawah” yang melekat pada PSBS. Hodak menilai posisi klasemen tak selalu mencerminkan ancaman sebenarnya, terlebih setelah PSBS menutup putaran pertama dengan kemenangan telak. “Jika kami tidak tampil 100 persen, mereka bisa menjadi lawan yang sangat berbahaya,” ujar Hodak. 

PSBS saat ini berada di peringkat 15 dengan 16 poin dari 17 pertandingan. Catatan mereka juga menunjukkan pekerjaan rumah besar di lini belakang: 39 kali kebobolan, dengan 9 kekalahan sepanjang paruh musim. Namun, kemenangan 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi bukti bahwa PSBS bisa “meledak” kapan saja jika diberi ruang. 

Hodak menyoroti kemenangan besar PSBS itu sebagai sinyal yang tidak boleh diabaikan. Ia menyebut hasil tersebut tidak mudah dicapai, mengingat Bhayangkara dikenal tidak gampang kebobolan. “Mereka mengalahkan Bhayangkara FC 4-1, padahal Bhayangkara adalah tim yang jarang kebobolan,” kata Hodak. 

Dari sisi Persib, persiapan disebut berjalan positif usai jeda putaran pertama. Hodak mengungkap timnya sempat menjalani fase penguatan fisik sebelum masuk pematangan taktik. “Kami telah menggembleng latihan fisik selama empat hari… sekarang kami fokus ke latihan taktik dan siap menghadapi PSBS Biak,” ujarnya. 

Kabar skuad juga relatif menggembirakan. Hodak menyebut mayoritas pemain sudah kembali bergabung, dengan dua nama yang masih dipantau kondisinya. “Semua pemain sudah kembali bergabung, kecuali Saddil dan Ramon Tanque. Kami akan melihat kondisi mereka satu atau dua hari ke depan,” kata Hodak. 
Di sisi lain, Persib juga dipastikan kehilangan Eliano Reijnders karena akumulasi kartu, sementara beberapa pilar lain disebut siap tempur. 

Di klasemen, situasi papan atas terbilang ketat. Berdasarkan laman resmi klub, Borneo FC memimpin dengan 40 poin (18 laga), sementara Persib menguntit di posisi kedua dengan 38 poin (17 laga). Dengan satu pertandingan lebih sedikit, Persib punya peluang menjaga tekanan dan membuka jalan kembali ke puncak—dengan prasyarat utama: menang di kandang sendiri. 

Faktor GBLA memang menjadi senjata utama Persib musim ini. Rekor kandang Maung Bandung sempurna di paruh musim: delapan laga kandang, delapan kemenangan. Bahkan, gawang Persib hanya sekali kebobolan di kandang pada putaran pertama. 
Rangkaian hasil kandang Persib pada putaran pertama mencatat kemenangan atas Semen Padang (2-0), Persebaya (1-0), Persis (2-0), Dewa United (1-0), Borneo (3-1), Bhayangkara (2-0), PSM Makassar (1-0), hingga Persija (1-0). 

Meski demikian, Persib tidak ingin rekor itu menjadi bumerang karena rasa aman palsu. Hodak menegaskan standar performa harus penuh sejak menit awal hingga akhir, mengingat PSBS datang membawa modal kepercayaan diri usai pesta gol di pekan ke-17. 
PSBS sendiri dijuluki Laskar Badai Pasifik dan dipastikan memulai putaran kedua dengan langsung bertandang ke GBLA, sebuah tantangan besar bagi tim yang masih berusaha menjauh dari ancaman zona bawah. 

Dengan jadwal yang sudah terkunci—Minggu malam, 25 Januari 2026 pukul 19.00 WIB di GBLA—Persib membawa misi menjaga tren kandang sekaligus merawat ambisi juara. Namun pesan dari bangku pelatih jelas: lawan mungkin di papan bawah, tapi risikonya tetap level atas jika Persib tidak tampil “100 persen”. 

Berita Terkait