Perspektif.co.id - Persita FC akan menjamu Malut United FC pada pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026. Laga yang berpotensi ketat ini akan berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (23/11/2025) pukul 15.30 WIB atau 17.30 WIT, dengan sama-sama membawa modal kepercayaan diri tinggi dan tren performa menjanjikan.
Pendekar Cisadane datang ke pertandingan ini dengan posisi yang relatif aman di papan tengah. Hingga pekan ke-11, Persita telah mengoleksi 18 poin dari 11 laga dan menempati peringkat ketujuh klasemen sementara. Tambahan tiga poin di kandang akan menjaga peluang mereka untuk merangkak naik, sekaligus mengokohkan reputasi Indomilk Arena sebagai markas yang sulit ditaklukkan lawan.
Di sisi lain, Malut United FC tiba di Tangerang dengan status salah satu tim paling konsisten di liga sejauh ini. Laskar Kie Raha membawa deretan nama besar seperti David da Silva, Tyronne Del Pino, Ciro Alves, hingga sang kapten Gustavo Franca, yang musim lalu menjadi bagian penting dalam keberhasilan Persib Bandung menjuarai Liga 1. Kehadiran para pemain bertabur pengalaman itu membuat Malut United dipandang sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi musim ini.
Pelatih Persita, Carlos Pena, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menghormati kekuatan Malut United, namun menegaskan timnya tidak merasa inferior di hadapan tamu tersebut. “Malut United adalah satu dari tim favorit juara, mereka punya sumber daya besar dan merekrut banyak pemain berkualitas, beberapa di antaranya sudah mengangkat trofi liga musim lalu. Besok kami tahu akan menghadapi laga yang berat dan lawan yang sulit dikalahkan, tetapi situasinya juga sama bagi mereka karena Persita bukan tim yang gampang ditumbangkan,” ujar Pena melalui keterangan resmi klub.
Ia menambahkan, kehadiran suporter tuan rumah akan menjadi faktor penting untuk mendorong motivasi para pemain. “Dengan dukungan fans di stadion dan jika kami bisa bekerja keras memberikan penampilan seratus persen, saya yakin peluang kami untuk mengamankan tiga poin tetap sangat terbuka,” imbuhnya.
Persita memiliki waktu persiapan yang relatif panjang menjelang duel ini, setelah melewati tiga partai tandang beruntun dan jeda internasional. Menurut Pena, fase tersebut dimanfaatkan untuk mengembalikan kebugaran sekaligus mematangkan taktik menghadapi Malut United. Ia menilai tingkat kepercayaan diri pemain sedang berada pada level positif.
“Skuad dalam kondisi bagus, pemain-pemain menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi. Kami tahu tidak mungkin memenangi setiap pertandingan, tetapi kami juga paham bahwa jika memberikan segalanya di lapangan, kami akan selalu menjadi lawan yang sulit dikalahkan,” kata Pena menggambarkan mentalitas timnya.
Secara statistik, Persita memiliki catatan kandang yang cukup meyakinkan. Sampai pekan ke-12, Pendekar Cisadane sudah mengantongi empat kemenangan dari lima laga yang dimainkan di Indomilk Arena. Satu-satunya noda dalam rangkaian hasil positif mereka adalah kekalahan 1-2 dari PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 6 November 2025, yang sekaligus mengakhiri rekor delapan laga tanpa kekalahan (lima menang dan tiga imbang). Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa konsistensi harus dijaga, terutama saat menghadapi tim dengan ambisi besar seperti Malut United.
Dari kubu tamu, pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, menegaskan timnya datang ke Tangerang bukan sekadar untuk mengamankan satu poin. Ia menyatakan seluruh pemain sudah bekerja keras selama masa persiapan dan siap melanjutkan tren positif. “Semua pemain berlatih dengan serius dan sepakat memberikan yang terbaik. Kami akan berusaha mempertahankan momentum yang sudah kami bangun sejauh ini,” ujar Hendri dalam pernyataannya di laman resmi klub.
Jeda kompetisi yang cukup panjang dimaksimalkan Malut United dengan menggelar pemusatan latihan di Yogyakarta selama kurang lebih dua pekan. Dalam periode tersebut, Gustavo Franca dan kawan-kawan difokuskan pada pemulihan fisik, peningkatan kekompakan, serta penajaman organisasi permainan. “Kami sudah melakukan persiapan penuh dalam dua minggu terakhir. Alhamdulillah, sampai sesi latihan terakhir, seluruh pemain yang dibawa ke Tangerang tampak antusias dan siap tampil,” ucap Hendri.
Secara performa, Malut United membawa modal impresif lima kemenangan beruntun jelang laga ini. Catatan tandang mereka pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari enam pertandingan tandang hingga pekan ke-12, Laskar Kie Raha mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kali kalah. Angka tersebut menunjukkan kemampuan Malut United untuk tampil efektif di markas lawan, terutama dengan dukungan lini depan yang agresif dan lini belakang yang relatif solid.
Kembalinya Yakob Sayuri setelah absen akibat akumulasi kartu pada laga sebelumnya menjadi tambahan tenaga penting bagi tim tamu. Winger asal Papua itu tercatat sebagai pemain dengan jumlah gol tandang terbanyak dalam skuad Malut United musim ini, dengan torehan tiga gol di kandang lawan. Pergerakannya dari sisi sayap diperkirakan akan menjadi salah satu ancaman utama bagi pertahanan Persita.
Kapten Malut United, Gustavo Franca, juga menegaskan ambisi tim untuk membawa pulang poin penuh dari Indomilk Arena. Bek asal Brasil tersebut menilai persiapan intensif yang dilakukan timnya harus diterjemahkan menjadi performa maksimal di lapangan.
“Jeda yang panjang kami manfaatkan untuk tetap bekerja keras dan mematangkan diri jelang pertandingan. Kami selalu menargetkan kemenangan di setiap laga dan saya yakin besok kami akan berusaha menampilkan permainan terbaik,” kata Gustavo.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena mempertemukan dua tim dengan tren positif yang sama-sama ingin menjaga momentum. Persita mengandalkan kekuatan kandang dan dukungan langsung suporter, sementara Malut United datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat deretan kemenangan dan rekor tandang yang apik. Hasil akhir laga berpotensi berpengaruh signifikan pada peta persaingan papan tengah dan atas klasemen BRI Super League 2025/2026, baik bagi Pendekar Cisadane maupun Laskar Kie Raha.