10 December 2025, 14:51

Pria di Ciputat Tewas Diduga Bunuh Diri, Anak-anak Temukan dari Jendela Lantai Atas

Korban diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri akibat depresi yang sudah lama dialami.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,632
Pria di Ciputat Tewas Diduga Bunuh Diri, Anak-anak Temukan dari Jendela Lantai Atas
Ilustrasi / Perspektif.co.id

TANGERANG SELATAN,Perspektif.co.id – Seorang pria berinisial P (55) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di kawasan Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan. Korban diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri akibat depresi yang sudah lama dialami.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menjelaskan, jasad P pertama kali diketahui oleh dua anak yang tengah bermain di depan rumah korban pada Selasa (9/12/2025) pagi. Dari luar, mereka melihat bagian kepala P di lantai atas melalui jendela rumah dan kemudian memberitahukannya ke orang dewasa di sekitar lokasi.

“Anak-anak yang sedang bermain di depan rumahnya mengatakan ada kepala di lantai atas. Lalu saksi D bilang kalau itu helm, tapi anak-anak tersebut bilang bukan,” ujar Bambang kepada wartawan, Rabu (10/12).

Saksi D kemudian meminta saksi lain berinisial MT untuk mengecek kondisi di lantai atas rumah. Saat naik, MT mulai mencium bau menyengat yang diduga berasal dari jasad korban. Tak lama, ia mendapati tubuh P sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung di area tangga lantai atas.

MT lantas turun dan melaporkan temuannya kepada B, Ketua RW setempat. Ketua RW kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Aiptu Rudianto, yang segera meneruskan informasi tersebut ke petugas piket Polsek Ciputat Timur untuk penanganan lebih lanjut.

Tak lama berselang, tim piket fungsi Polsek Ciputat Timur yang dipimpin Pawas Aiptu Edi Effendi tiba di lokasi bersama personel Piket Polres Tangerang Selatan di bawah komando Pamapta Polres Tangerang Selatan Ipda Aries dan tim identifikasi Polres Tangerang Selatan. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal terhadap jasad P.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota Kepolisian dibantu relawan dari warga melakukan evakuasi terhadap korban. Sekira jam 12.30 WIB, jenazah berhasil dievakuasi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna penanganan lebih lanjut,” tutur Bambang.

Ia menjelaskan, saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dengan posisi tergantung pada bagian leher. Tubuh P sudah berada dalam keadaan membusuk, dengan kulit menghitam dan mengelupas, mengindikasikan bahwa korban telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.

Dari keterangan keluarga yang dihimpun polisi, P disebut pernah berupaya mengakhiri hidupnya sekitar dua bulan lalu. Saat itu, niat korban berhasil digagalkan oleh adiknya. Riwayat tersebut membuat aparat menduga kuat bahwa tindakan yang dilakukan korban kali ini berkaitan dengan kondisi psikologisnya.

“Berdasarkan keterangan keluarga korban, diduga korban melakukan gantung diri karena depresi,” kata Bambang.

Pihak keluarga, lanjutnya, telah menyampaikan pernyataan resmi kepada kepolisian bahwa peristiwa tersebut mereka anggap sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan tindakan autopsi maupun pemeriksaan visum luar dan dalam terhadap jenazah.

“Pihak keluarga korban membuat surat pernyataan bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak bersedia untuk dilakukan autopsi, serta visum luar maupun visum dalam,” pungkas Bambang.

Berita Terkait