04 March 2026, 03:42

Samsung Galaxy S26 Series Pamer Integrasi AI Lebih Dalam, Privasi Display, dan Ekosistem yang Makin Terhubung

Galaxy S26 hadir dengan AI lebih dalam, Privacy Display, dan ekosistem Galaxy yang makin terhubung untuk pengalaman mobile yang lebih personal.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
541
Samsung Galaxy S26 Series Pamer Integrasi AI Lebih Dalam, Privasi Display, dan Ekosistem yang Makin Terhubung
Ilustrasi menggambarkan dua orang di booth Galaxy AI Samsung, memamerkan Galaxy S26 dengan fitur AI dan privasi display terbaru. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Samsung kembali menggebrak panggung teknologi global dengan memamerkan Galaxy S26 Series yang kini hadir dengan integrasi AI lebih dalam, fitur privasi display bawaan, serta ekosistem perangkat yang semakin menyatu. Peluncuran ini berlangsung di Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, di mana perusahaan menegaskan arah baru mereka menuju pengalaman mobile yang lebih personal, proaktif, dan berkelanjutan di seluruh lini perangkat.

Dalam demonstrasi publiknya, Samsung menampilkan bagaimana Galaxy S26 Series dirancang untuk memahami konteks penggunaan, memprediksi kebutuhan pengguna, dan mengeksekusi tugas secara otomatis tanpa interaksi rumit. Perusahaan menekankan bahwa pendekatan ini bukan sekadar peningkatan fitur, tetapi transformasi menuju agentic AI yang bekerja sebagai asisten personal yang selalu aktif.

“MWC adalah kesempatan untuk menunjukkan bukan hanya posisi Galaxy AI hari ini, tetapi juga ke mana arah inovasinya,” ujar TM Roh, CEO dan Head of Device eXperience Samsung Electronics.

Galaxy S26 Ultra menjadi sorotan utama berkat fitur Privacy Display bawaan yang memungkinkan layar hanya terlihat dari sudut pandang langsung, mencegah orang lain mengintip dari samping. Teknologi ini bekerja dengan memodifikasi pixel-level rendering sehingga tampilan tampak gelap dari sudut tertentu. Fitur ini dapat diatur untuk aktif otomatis pada aplikasi sensitif seperti perbankan atau dokumen kerja.

Samsung juga menegaskan bahwa Galaxy S26 Series dibangun di atas hardware paling bertenaga yang pernah mereka hadirkan, termasuk chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan sistem pendingin vapor chamber baru untuk menjaga performa AI tetap stabil. Kamera juga ditingkatkan dengan aperture lebih lebar untuk hasil low-light yang lebih tajam dan detail.

Di sisi ekosistem, Samsung memamerkan bagaimana Galaxy S26 terhubung mulus dengan perangkat lain seperti Galaxy Buds4, Galaxy Watch8, Galaxy Book6, hingga form factor baru seperti Galaxy XR dan TriFold. Semua perangkat ini memanfaatkan Galaxy AI untuk menghadirkan kontinuitas lintas perangkat, mulai dari audio adaptif, sinkronisasi produktivitas, hingga kontrol berbasis gestur dan tatapan.

“Dengan Galaxy S26 Series, kami fokus membuat AI bekerja tanpa terasa, berjalan di latar belakang agar pengguna bisa fokus pada hal yang penting,” kata TM Roh dalam pernyataan terpisah.

Samsung juga mengumumkan harga resmi: Galaxy S26 dibanderol $899 (sekitar Rp14,4 juta), Galaxy S26+ $1.099 (sekitar Rp17,6 juta), sementara Galaxy S26 Ultra tetap di $1.299 (sekitar Rp20,8 juta). Kenaikan harga terjadi pada model standar dan Plus, sementara Ultra mempertahankan harga tahun sebelumnya.

Dengan kombinasi AI yang lebih cerdas, privasi yang diperkuat, dan ekosistem yang makin terhubung, Galaxy S26 Series menandai langkah besar Samsung dalam persaingan smartphone premium global—sekaligus mempertegas ambisi mereka untuk memimpin era baru perangkat mobile berbasis kecerdasan buatan.

Berita Terkait