23 February 2026, 02:39

Samsung Ungkap Evolusi Knox Matrix di CES 2026: AI Kini Dijaga dari Chipset hingga Cloud

Samsung perkuat Knox Matrix di CES 2026, hadirkan keamanan AI lintas perangkat dari chip hingga cloud.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
766
Samsung Ungkap Evolusi Knox Matrix di CES 2026: AI Kini Dijaga dari Chipset hingga Cloud
Ilustrasi modern minimalis Samsung Knox dengan ikon keamanan, warna kontras, rasio 16:9, cocok untuk berita teknologi dan SEO 2026. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Samsung Electronics resmi memperkenalkan pembaruan besar pada platform keamanan Knox dalam sesi “In Tech We Trust?” di CES 2026, Las Vegas. Forum teknologi yang digelar di The Wynn ini menghadirkan pakar global dari sektor AI, keamanan, dan etika digital untuk membahas tantangan privasi di era kecerdasan buatan yang semakin otonom. Di tengah kekhawatiran publik terhadap transparansi dan kontrol, Samsung menegaskan bahwa perlindungan data harus dimulai dari lapisan terdalam perangkat, bukan sekadar janji pemasaran.

“Kepercayaan terhadap AI harus dibangun dari sistem yang terbukti, bukan sekadar janji,” ujar Shin Baik, Kepala Grup AI Platform Center Samsung Electronics.

Knox Matrix, framework keamanan lintas perangkat yang diperkenalkan tahun lalu, kini diperluas untuk mendukung autentikasi mutual antar produk Samsung—mulai dari smartphone, TV, hingga peralatan rumah tangga. Dengan pendekatan trust-by-design, sistem ini memungkinkan perangkat saling melindungi dan memverifikasi satu sama lain, menciptakan ekosistem yang tahan terhadap serangan siber berbasis AI dan potensi eksploitasi zero-day.

“Pengguna ingin memahami apakah AI berjalan secara lokal atau di cloud, dan ingin tahu data mereka aman,” kata Allie K. Miller, CEO Open Machine.

Samsung juga menekankan pentingnya pemrosesan lokal untuk menjaga privasi, dengan hanya mengandalkan cloud saat dibutuhkan untuk kecepatan atau skala. Arsitektur Knox 2026 kini mengintegrasikan modul pertahanan berbasis AI yang mampu mendeteksi pola sistem abnormal secara real-time, bahkan sebelum eksploitasi terjadi. Dengan strategi defense-in-depth, setiap lapisan—dari hardware, boot, kernel, hingga aplikasi—dibangun untuk saling memverifikasi dan memblokir aktivitas berbahaya.

“Knox telah menjadi standar global dalam keamanan mobile selama lebih dari satu dekade,” tulis laporan AirDroid.

Sebagai satu-satunya produsen yang mengendalikan desain chip, memori, dan manufaktur perangkat secara in-house, Samsung mampu menyuntikkan kunci kriptografi tahan manipulasi langsung ke dalam SoC sebelum perangkat dikirim ke pasar. Langkah ini memperkuat fondasi keamanan dari level fisik, menjadikan Knox bukan sekadar aplikasi, melainkan sistem pertahanan menyeluruh yang kini dipercaya oleh lembaga pemerintah dan bank global.

Berita Terkait