Perspektif.co.id - Fenomena langit langka mendadak menghebohkan warganet setelah sebuah foto memperlihatkan kilatan merah berbentuk mirip “ubur-ubur raksasa” menggantung di atas langit Château de Beynac, Prancis. Di media sosial, sebagian pengguna sempat berspekulasi penampakan itu berkaitan dengan aktivitas makhluk luar angkasa. Namun, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menepis spekulasi tersebut dan menyebutnya sebagai fenomena atmosfer yang sepenuhnya alami.
NASA menjelaskan kilatan merah itu dikenal sebagai sprite, salah satu jenis Transient Luminous Event (TLE) atau fenomena cahaya sesaat yang muncul di atmosfer atas dan berkaitan dengan badai petir yang sangat intens. Dalam penjelasannya, NASA menyebut sprite sebagai kilatan yang sulit ditangkap karena berlangsung sangat singkat. “This fleeting red flash above a thunderstorm cloud is one of Earth's most elusive electrical phenomena! They're called sprites!” tulis NASA Science dalam unggahannya di X.
Fenomena yang kerap dijuluki “kilat merah” ini berbeda dari petir pada umumnya. Jika petir biasa menyambar ke bawah, sprite justru tampak “melompat” ke atas dan muncul jauh di atas awan badai. NASA menekankan bahwa kemunculan sprite adalah bagian dari proses kelistrikan di atmosfer, bukan sesuatu yang berasal dari luar angkasa.
NASA juga merilis keterangan terkait foto yang diambil ilmuwan sekaligus citizen scientist Nicolas Escurat melalui proyek Spritacular, program sains warga NASA untuk menangkap fenomena listrik atmosfer atas seperti sprite. Dalam artikel gambar NASA bertajuk Sprites Over Château de Beynac, lembaga itu menyebut sprite sebagai salah satu fenomena listrik atmosfer atas yang masih “paling sedikit dipahami”, serta menegaskan bahwa melihatnya adalah peristiwa langka karena kemunculannya sekejap.
Secara ilmiah, sprite terbentuk di mesosfer, pada kisaran ketinggian sekitar 50 hingga 90 kilometer di atas permukaan Bumi. Warna merahnya muncul ketika energi listrik berinteraksi dengan molekul nitrogen di atmosfer atas, sehingga menghasilkan cahaya kemerahan yang khas. Karena durasinya hanya beberapa milidetik, sprite sering kali baru terlihat jelas lewat kamera dengan pengaturan tertentu atau dari sudut pandang di atas awan—termasuk dari luar angkasa.