Perspektif.co.id - Xiaomi kembali memperluas distribusi pembaruan HyperOS 3 ke lebih banyak perangkat, termasuk ponsel flagship yang sudah berusia sekitar tiga tahun dan beberapa model Redmi Note. Gelombang ini membuat pengguna seri Xiaomi 13 hingga Mix Fold 3 di pasar China mulai kebagian versi stabil, seiring Xiaomi mempercepat perluasan adopsi antarmuka terbaru mereka yang diklaim berbasis Android 16.
Perluasan update ini disebut sebagai bagian dari peluncuran bertahap agar perusahaan bisa meminimalkan risiko bug dan menjaga stabilitas sistem ketika pembaruan mulai menjangkau lebih banyak pengguna. Pandaily melaporkan Xiaomi memakai mekanisme rilis “bertahap/gray-scale” sebelum dibuka penuh ke publik; jadwal yang beredar mengacu pada awal fase tersebut, bukan berarti semua pengguna langsung mendapat update di hari yang sama.
Dalam laporan media teknologi, CEO sekaligus pendiri Xiaomi Lei Jun disebut mengumumkan bahwa HyperOS 3 akan hadir ke lebih banyak ponsel lama. Daftar perangkat yang sudah mulai menerima update stabil (gelombang terbaru) mencakup 10 model berikut: Xiaomi Mix Fold 3, Xiaomi 13 Ultra, Xiaomi 13 Pro, Xiaomi 13, Redmi Note 15 Pro+, Redmi Note 15 Pro, Redmi Note 14 Pro+, Redmi Note 14 Pro, Redmi Note 13 Pro+, dan Redmi Note 13 Pro.
Selain daftar perangkat, Xiaomi juga menonjolkan sejumlah pembaruan pada sisi antarmuka dan pengalaman pemakaian. Di laman resmi global Xiaomi, HyperOS 3 dipromosikan membawa pembaruan animasi sistem yang lebih halus, serta fitur “Xiaomi HyperIsland” yang berfungsi sebagai pusat ringkas untuk memantau aktivitas dan akses cepat. Salah satu narasi yang ditampilkan Xiaomi adalah, “Everything you need to keep an eye on. In one place.”
Di saat yang sama, Xiaomi turut menyiapkan peta rilis untuk pasar global. Dalam halaman rencana rilis HyperOS 3 versi global, Xiaomi mencantumkan bahwa pembaruan dikirim lewat skema soft release dalam beberapa gelombang waktu. Untuk perangkat seperti Xiaomi 13 Ultra, Xiaomi 13 Pro, dan Xiaomi 13, Xiaomi menuliskan rentang pembaruan global sekitar Desember 2025 hingga Maret 2026 (bergantung perangkat dan wilayah). Xiaomi juga mengingatkan bahwa daftar model dan jadwal dapat berubah sesuai kebutuhan, dan ketersediaan fitur bisa berbeda menurut region serta versi sistem.
Sementara itu, bagi pengguna yang menunggu update di luar China, sejumlah laporan menyebut distribusi global masih melalui tahap pengujian internal, sehingga jadwal penerimaan bisa mundur atau maju mengikuti hasil uji stabilitas. Dengan kata lain, meski perangkat masuk daftar, paket update tidak selalu datang serentak—biasanya bergelombang per batch, dan bisa berbeda antar negara.
Jika mengacu pada pola rilis bertahap yang dipakai Xiaomi, pengguna disarankan rutin mengecek menu pembaruan sistem di perangkat masing-masing dan memastikan ruang penyimpanan cukup, karena update besar umumnya berukuran signifikan. Di sisi lain, pengguna juga perlu mencermati catatan pembaruan (upgrade notes) yang muncul saat paket tersedia, karena di sanalah detail fitur, perbaikan, dan potensi perubahan perilaku aplikasi akan dijelaskan sesuai model perangkat.