04 March 2026, 04:47

ZTE Pamerkan Full-Stack AI di MWC 2026, Tantang Dominasi Global dengan Ekosistem AI Terpadu

ZTE pamerkan inovasi Full-Stack AI di MWC 2026, dari jaringan otonom hingga perangkat pintar, menantang dominasi global dengan ekosistem AI terpadu.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
413
ZTE Pamerkan Full-Stack AI di MWC 2026, Tantang Dominasi Global dengan Ekosistem AI Terpadu
Ilustrasi menggambarkan konsep AI Agentic Connectivity ZTE, menampilkan ekosistem Full-Stack AI untuk jaringan otonom, cloud, rumah pintar, dan perangkat personal. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — ZTE menggebrak panggung MWC Barcelona 2026 dengan menampilkan portofolio AI paling ambisius yang pernah mereka bawa, menghadirkan integrasi kecerdasan buatan dari level infrastruktur hingga perangkat personal. Perusahaan asal Tiongkok itu menegaskan bahwa strategi “All in AI, AI for All” bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan agresif untuk membangun ekosistem digital yang sepenuhnya ditenagai AI.  Tirto.ID

“ZTE akan memamerkan pencapaian terbaru dari strategi ‘Connectivity + Computing’ yang telah ditingkatkan,” demikian pernyataan perusahaan dalam rilis resmi.

Di Barcelona, ZTE memusatkan demonstrasinya pada empat area inti: AI Agentic Connectivity, AI Cloud, AI Home, dan Smart Personal Devices. Keempatnya dirancang sebagai fondasi ekosistem AI penuh yang menghubungkan jaringan otonom, komputasi cerdas, rumah pintar, hingga perangkat personal yang mampu mengeksekusi perintah kompleks secara mandiri. Pendekatan ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari desain arsitektur, infrastruktur, hingga implementasi komersial.

“Portofolio AI full-scenario ini mencakup seluruh value chain—dari infrastruktur hingga aplikasi,” ujar ZTE dalam presentasinya.

Pada sektor AI Agentic Connectivity, ZTE menampilkan arsitektur AI-native yang diklaim mampu mendorong jaringan menuju level otonomi L4. Teknologi ini memungkinkan AI menangani operasi jaringan yang kompleks, mengoptimalkan performa, dan membuka peluang monetisasi baru berbasis konektivitas cerdas. Perusahaan juga menyoroti evolusi tiga tahap jaringan optik: fiberisasi, all-optical network, hingga AI optical network yang menawarkan bandwidth ultra-tinggi dan kemampuan sensing tingkat lanjut.

“ZTE mendorong evolusi jaringan optik dari fiberisasi menuju all-optical, dan akhirnya ke AI optical network,” kata perusahaan.

Di ranah AI Cloud, ZTE menempatkan komputasi cerdas sebagai inti strategi full-stack AI mereka. Infrastruktur cloud yang efisien dan rendah karbon menjadi fondasi untuk mendukung aplikasi AI berskala besar, termasuk layanan enterprise dan kebutuhan operator telekomunikasi.

Sementara itu, AI Home dan Smart Personal Devices menjadi jembatan antara teknologi tingkat infrastruktur dan pengalaman pengguna. ZTE memamerkan perangkat pintar yang dirancang untuk memahami konteks, mengeksekusi tugas lintas aplikasi, dan berinteraksi secara lebih natural. Ekspansi ini juga diperkuat oleh lini perangkat nubia yang membawa kemampuan AI-native pada level OS, memungkinkan ponsel mengeksekusi workflow kompleks hanya dengan satu perintah suara.

“Dengan integrasi AI di level OS, nubia M153 menghadirkan pengalaman autopilot pada perangkat mobile,” ujar ZTE.

Langkah agresif ZTE di MWC 2026 mempertegas ambisi perusahaan untuk memimpin era baru kolaborasi cerdas, sekaligus menantang dominasi pemain global dalam transformasi digital berbasis AI. Dengan delapan inovasi besar yang dipamerkan, termasuk prototipe 6G dan teknologi optik generasi berikutnya, ZTE mengirim pesan jelas bahwa mereka siap bersaing dalam dekade baru industri telekomunikasi.

Berita Terkait