TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Windows Update di Windows 11 kembali menjadi sorotan setelah pengguna global melaporkan gangguan performa, konsumsi data berlebih, dan restart mendadak akibat pembaruan otomatis yang aktif secara default. Pada 2026, Microsoft belum mengubah kebijakan ini, sehingga pengguna yang ingin kontrol penuh atas sistemnya harus melakukan penyesuaian manual.
Pembaruan otomatis memang dirancang untuk menjaga keamanan dan stabilitas sistem. Namun, dalam praktiknya, update sering muncul di waktu yang tidak tepat—saat presentasi, rendering video, atau ketika laptop terhubung ke hotspot seluler. Hal ini membuat banyak pengguna mencari cara untuk menonaktifkan fitur tersebut secara permanen.
“Update otomatis bisa mengganggu alur kerja dan menghabiskan kuota tanpa disadari,” tulis Teknovatif.com.
Metode terbaru yang paling efektif untuk mematikan Windows Update secara permanen adalah melalui Group Policy Editor, yang tersedia di Windows 11 Pro dan Enterprise. Pengguna cukup menekan Win + R, ketik gpedit.msc, lalu navigasi ke Computer Configuration > Administrative Templates > Windows Components > Windows Update > Manage end user experience. Di sana, klik dua kali pada “Configure Automatic Updates”, pilih ‘Disabled’, lalu klik Apply dan OK.
“Jika Anda menggunakan versi Home, Anda bisa mematikan update lewat Registry Editor,” tulis VOI.
Untuk pengguna Windows 11 Home, langkahnya sedikit berbeda. Tekan Win + R, ketik regedit, lalu masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows. Buat folder baru bernama WindowsUpdate, lalu di dalamnya buat subfolder AU. Tambahkan DWORD baru bernama NoAutoUpdate dan beri nilai 1. Metode ini akan memblokir update otomatis tanpa menghapus kemampuan update manual.
“Menonaktifkan update tidak berarti Anda kehilangan akses ke patch keamanan. Anda tetap bisa mengupdate secara manual,” tulis BagiTekno.
Selain metode permanen, pengguna juga bisa menggunakan opsi sementara seperti “Pause Updates” di menu Settings atau mengaktifkan “Metered Connection” agar Windows menganggap jaringan internet terbatas dan menunda pembaruan besar. Namun, metode ini hanya efektif dalam jangka pendek dan tidak cocok untuk pengguna yang membutuhkan kontrol penuh.
Microsoft sendiri menyarankan agar pengguna tetap melakukan pembaruan secara berkala untuk mendapatkan patch keamanan, perbaikan bug, dan fitur baru. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan stabilitas sistem, performa maksimal, atau sedang menjalankan konfigurasi khusus seperti dual-boot dan software legacy, menonaktifkan update otomatis menjadi pilihan yang masuk akal.