12 January 2026, 01:06

Chat WhatsApp Bisa Dikunci dan Disembunyikan: Begini Cara Aktifkan “Chat Lock”

WhatsApp menyediakan fitur Kunci chat (Chat Lock) untuk menambah lapisan privasi pada percakapan yang dianggap sensitif atau bersifat rahasia.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Zainur Akbar
3,642
Chat WhatsApp Bisa Dikunci dan Disembunyikan: Begini Cara Aktifkan “Chat Lock”
Ilustrasi. WhatsApp kini memiliki fitur kunci chat untuk melindungi privasi obrolan sensitif. Pengguna dapat mengunci chat dengan autentikasi perangkat. (Foto: iStock/FreshSplash)

JAKARTA, perspektif.co.id - WhatsApp menyediakan fitur Kunci chat (Chat Lock) untuk menambah lapisan privasi pada percakapan yang dianggap sensitif atau bersifat rahasia. Dengan fitur ini, chat yang dikunci akan dipindahkan dan disembunyikan dari daftar percakapan utama, lalu hanya bisa diakses lewat folder khusus Chat terkunci (Locked chats). WhatsApp menyebut fitur ini dirancang agar pengguna punya “privasi ekstra” karena chat yang sudah dikunci tidak tampil seperti chat biasa.

WhatsApp menjelaskan, untuk membuka dan membaca pesan pada chat terkunci, pengguna harus melewati autentikasi perangkat seperti kode sandi ponsel, Face ID, sidik jari, atau kode rahasia yang dipilih sendiri. Selain itu, saat chat dikunci, konten notifikasi dan informasi kontak juga ikut disamarkan. Notifikasi yang tampil biasanya hanya berupa informasi umum seperti “WhatsApp: 1 pesan baru” tanpa menyebut isi pesan maupun identitas pengirim. 

Fitur Kunci chat bisa diterapkan pada berbagai jenis percakapan, termasuk chat pribadi, grup, hingga chat yang sedang dibisukan. Jika pengguna belum mengaktifkan pengamanan perangkat (misalnya PIN layar, sidik jari, atau Face ID), WhatsApp akan meminta pengguna menyiapkan autentikasi perangkat terlebih dahulu sebelum chat bisa dikunci. 

Cara mengunci chat di WhatsApp pada prinsipnya sederhana. Pengguna tinggal membuka WhatsApp, memilih chat yang ingin diamankan, lalu menyalakan opsi Kunci chat melalui menu. Pada beberapa perangkat atau bahasa, nama fitur bisa muncul sebagai “Kunci chat” atau variasi terjemahan yang mirip. Setelah aktif, chat akan masuk ke folder “Chat terkunci” dan tidak lagi tampil di daftar chat biasa. 

WhatsApp juga menegaskan penguncian chat tidak memblokir panggilan dari kontak dalam chat tersebut. Artinya, panggilan suara maupun video dari kontak yang chat-nya dikunci tetap bisa masuk seperti biasa. Dari sisi media, pengguna masih dapat menyimpan foto atau video dari chat terkunci ke perangkat, tetapi pengaturan “visibilitas media” untuk chat terkunci tidak dapat dinyalakan seperti pada chat normal. 

Bagi pengguna yang sering ganti perangkat, WhatsApp menyebut status chat terkunci akan tetap terkunci setelah proses cadangkan dan pulihkan ke ponsel baru. Namun, untuk mengaksesnya, pengguna tetap harus mengaktifkan autentikasi perangkat terlebih dahulu di perangkat baru. Sementara untuk akses WhatsApp Web/desktop, WhatsApp menjelaskan bahwa pengguna perlu membuat kode rahasia di ponsel utama agar chat terkunci bisa dibuka dari perangkat web. 

Jika ingin privasi lebih ketat, WhatsApp menyediakan opsi Kode rahasia (Secret code). Dengan kode ini, pengguna bisa membuat sandi khusus yang berbeda dari kunci layar ponsel. WhatsApp juga pernah menjelaskan bahwa kode rahasia dapat digunakan untuk menyembunyikan folder “Locked Chats” dari daftar chat dan memunculkannya kembali hanya ketika pengguna mengetik kode rahasia di kolom pencarian. 

Langkah mengaktifkan kode rahasia mengikuti alur pengaturan pada folder Chat terkunci: 

  1. pengguna masuk ke Chat terkunci
  2. membuka menu opsi
  3. masuk ke Pengaturan kunci chat
  4. lalu memilih Kode rahasia dan memasukkan kode dua kali untuk konfirmasi.

Jika ingin mematikannya, pengguna tinggal kembali ke menu yang sama dan memilih opsi nonaktifkan. 

Berita Terkait