JAKARTA, Perspektif.co.id – Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dinilai masih berpeluang menguat menuju area resistance atau batas atas dalam jangka pendek. BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya menggarisbawahi potensi penguatan saham emiten jasa pertambangan tersebut dan merekomendasikan aksi beli bagi investor yang ingin memanfaatkan pola swing trade untuk mengoptimalkan cuan.
Dalam catatan yang dirilis Selasa (2/12/2025), BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham DEWA dengan target harga di kisaran Rp 488–Rp 515 per saham untuk pola swing trade, yakni strategi transaksi dalam rentang beberapa hari ke depan. Dengan skema ini, investor disarankan memanfaatkan ayunan harga jangka pendek yang terjadi pada saham DEWA.
Secara teknikal, harga saham DEWA disebut baru saja menembus level resistance disertai lonjakan volume transaksi yang signifikan. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang penguatan lanjutan selama level penopang (support) tetap terjaga.
“Selama berada di atas level Rp 446 sebagai support, harga diprediksi menguat menuju resistance di Rp 488–Rp 515,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya.
Meski demikian, analis juga mengingatkan batas risiko bagi investor. Jika harga tiba-tiba bergerak turun menembus area Rp 440, pelaku pasar disarankan melakukan langkah jual cepat atau stop loss untuk membatasi potensi kerugian. Hingga berita ini disusun, saham DEWA tercatat melemah tipis 0,4 persen ke level Rp 460 per saham.
Di sisi aksi korporasi, DEWA tengah melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran maksimal Rp 1,6 triliun yang seluruhnya bersumber dari kas internal perseroan. Periode buyback ini berlangsung sejak 19 November 2025 hingga 19 Februari 2026.
Melalui aksi tersebut, perseroan menargetkan dapat menyerap kembali saham yang beredar hingga sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Manajemen berharap program buyback mampu memperkuat kepercayaan investor dan sekaligus mencerminkan keyakinan perseroan atas fundamental yang dinilai solid.
Dari sisi valuasi, BRI Danareksa Sekuritas menilai saham Darma Henwa saat ini diperdagangkan pada rasio price to earnings ratio (PER) sekitar 101 kali dan price to book value (PBV) 3,61 kali. Angka tersebut dikategorikan lebih tinggi dibanding rata-rata industri alias sudah dalam kondisi overvalued.
Namun demikian, analis menilai potensi pertumbuhan laba yang kuat membuat valuasi tersebut masih menyimpan ruang kenaikan. Dengan menggunakan skenario +1 standard deviation PER di level 135 kali, estimasi nilai wajar (fair value) saham DEWA diproyeksikan mencapai sekitar Rp 580 per saham.
Secara fundamental, kinerja keuangan DEWA hingga 30 Juni 2025 juga tercatat positif. Penjualan perseroan tumbuh 6,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara laba bersih melonjak hingga 1.079,9 persen. Lonjakan laba ini dinilai mencerminkan efisiensi operasional dan perbaikan margin keuntungan yang signifikan.
“Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi meningkat 106,6 persen, menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas yang sehat dari kegiatan utama, meski pertumbuhan pendapatan relatif moderat,” papar BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang sama.
Dengan kombinasi katalis teknikal, program buyback jumbo, serta perbaikan kinerja laba dan arus kas operasi, saham DEWA dinilai masih menarik bagi investor yang siap memanfaatkan momentum swing trade—namun tetap dengan disiplin manajemen risiko, mengingat valuasi saat ini telah berada di zona tinggi dibanding rata-rata sektor.