08 January 2026, 14:16

IHSG Pecah Rekor: Sempat Sentuh 9.000, Aktivitas Transaksi Ramai Didominasi Investor Domestik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah sempat menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan intraday

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
899
IHSG Pecah Rekor: Sempat Sentuh 9.000, Aktivitas Transaksi Ramai Didominasi Investor Domestik
IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high) setelah sempat menyentuh level 9.000 pada perdagangan intraday, hari ini (8/1). (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)

Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah sempat menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan intraday, Kamis (8/1). Pergerakan ini menandai tonggak baru sejak IHSG pertama kali diperkenalkan, dengan indeks sempat menyentuh area 9.000-an pada sesi pagi. 

Mengacu data RTI Business, IHSG sempat berada di rentang 8.930-an hingga 9.002-an pada hari ini. Pembukaan terjadi di kisaran 8.946, lalu indeks sempat menyentuh puncak intraday sekitar 9.002 sebelum bergerak fluktuatif. 

Pada pukul 10.55 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau di posisi 8.979, menguat 34,21 poin atau 0,38 persen. “Level tersebut menjadi capaian tertinggi IHSG sejak indeks ini diperkenalkan,” mengacu pada catatan pergerakan indeks saat menembus level 9.000 secara intraday.

Aktivitas perdagangan juga terpantau padat. Volume transaksi tercatat 26,29 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,74 triliun, sementara frekuensi perdagangan mencapai 1,91 juta kali transaksi.

Dari sisi sebaran pergerakan saham, sebanyak 374 saham menguat, 288 saham melemah, dan 144 saham bergerak stagnan. Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat menjadi Rp16.418,96 triliun. 

Distribusi transaksi masih ditopang investor domestik. Dari sisi volume, porsi transaksi domestik mencapai 83,83 persen, dengan komposisi pembelian domestik 42,80 persen dan penjualan domestik 41,03 persen. Sementara itu, porsi transaksi investor asing tercatat 16,17 persen, dengan nilai jual asing sedikit lebih besar dibanding nilai beli.

Dari sisi nilai transaksi, total turnover tercatat Rp36,9 triliun. Kontribusi transaksi domestik mencapai 73,31 persen, sedangkan investor asing berkontribusi 26,69 persen dari total nilai perdagangan. 

Berita Terkait