14 December 2025, 17:27

IHSG Berpeluang Menguat Senin 15 Desember, Analis Soroti Saham Pilihan

IHSG berpeluang menguat pada Senin (15/12/2025) setelah bertahan di demand zone 8.612. Simak proyeksi range 8.600–8.700 serta saham yang direkomendasikan.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,107
IHSG Berpeluang Menguat Senin 15 Desember, Analis Soroti Saham Pilihan
Fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan Hari ini.

Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih punya peluang menguat pada awal pekan, Senin (15/12/2025), setelah mampu bertahan di atas area teknikal yang kerap disebut demand zone. 

Pada penutupan akhir pekan, IHSG mengakhiri perdagangan Jumat (12/12/2025) di level 8.660,50, naik 40,02 poin atau 0,46%, usai sempat tertekan oleh aksi jual di sesi sebelumnya.

Praktisi pasar modal sekaligus pendiri WH-Project, William Hartanto, menilai kondisi teknikal IHSG masih relatif terjaga. 

“IHSG masih bertahan di atas demand zone 8.612. Ini menjadi fase jenuh jual setelah pelemahan signifikan pada 11 Desember 2025,” tulis William dalam riset yang dikutip dari Kontan, Minggu (14/12).

Dari sisi pembacaan pola, William menyoroti sinyal yang mulai membaik karena bentuk candlestick tertentu. 

“Secara teknikal, candlestick IHSG membentuk pola dragonfly doji, yang mengindikasikan kondisi jenuh jual dan potensi rebound,” ujarnya.

Artinya, peluang pemantulan (rebound) masih terbuka selama IHSG tidak turun menembus area demand zone tersebut.

Dengan prasyarat itu, strategi akumulasi saat pelemahan juga dinilai masih relevan. 

“Potensi buy on weakness terbuka selama area ini tidak ditembus,” kata William. 

Untuk perdagangan Senin (15/12/2025), ia memperkirakan penguatan bergerak terbatas dengan rentang yang tidak terlalu lebar. 

“Kami memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak menguat dengan range di area 8.600 hingga 8.700,” ucapnya.

Sejumlah saham juga disebut patut dicermati secara teknikal untuk mengantisipasi pergerakan awal pekan, dengan target kisaran sebagai berikut:

JPFA: 2.840–2.900

PGAS: 1.885–1.900

KLBF: 1.260–1.320

Meski begitu, pelaku pasar tetap perlu disiplin memantau level kunci karena cerita rebound biasanya kuat hanya selama area penopang utama masih sanggup dipertahankan.***

Berita Terkait