23 November 2025, 14:10

Drama Penalti Gagal & Gol Menit 89, Borneo FC Tumbangkan Madura United dan Catat 11 Kemenangan Beruntun

Gol telat Douglas Coutinho pada menit ke-89 mengunci kemenangan ke-11 beruntun Pesut Etam di kompetisi kasta tertinggi.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,829
Drama Penalti Gagal & Gol Menit 89, Borneo FC Tumbangkan Madura United dan Catat 11 Kemenangan Beruntun
Kemenangan Dramatis Borneo Atas Madura United /Doc : istimewa

Perspektif.co.id - Borneo FC mempertahankan tren positif di Super League setelah menundukkan Madura United dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-13 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (22/11). Gol telat Douglas Coutinho pada menit ke-89 mengunci kemenangan ke-11 beruntun Pesut Etam di kompetisi kasta tertinggi.

Sejak kick-off, tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Laga baru berjalan sekitar dua menit ketika umpan silang mendatar Mariano Peralta mengoyak lini belakang Madura United dan mengarah ke kotak penalti. Joel Vinicius yang berdiri di posisi ideal mencoba menyambar bola dari jarak dekat, namun kiper Diky Indrayana sigap menutup ruang tembak dan menggagalkan peluang awal Borneo.

Tekanan Borneo tidak mengendur. Pergerakan Juan Villa, Douglas Coutinho, Joel Vinicius, Mariano Peralta, hingga Fajar Fatturachman terus menguji konsentrasi barisan belakang Madura United. Serangan dibangun bergantian dari sektor sayap maupun tengah, memaksa tim tamu lebih banyak fokus bertahan di sepertiga akhir lapangan.

Di tengah dominasi Borneo, Madura United sesekali mengancam lewat skema serangan balik cepat. Pada menit ke-35, Balotelli melepaskan tembakan yang sempat membentur Christophe Nduwarugira sebelum mengenai mistar gawang Borneo. Momen itu menjadi salah satu peluang emas tim tamu untuk mencuri keunggulan lebih dulu.

Menjelang akhir babak pertama, Madura United kembali mendapatkan kesempatan berbahaya. Balotelli mengirim umpan ke kotak penalti yang berhasil dikuasai Aji Kusuma. Penyerang Madura tersebut melepas sepakan dari jarak dekat, namun Nadeo Argawinata melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawang Borneo tetap perawan sampai turun minum. Aksi Nadeo pada periode ini menjadi penentu skor imbang tanpa gol di 45 menit pertama.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan Borneo tidak menurun. Tim asuhan tuan rumah kembali mengurung pertahanan Madura United dengan variasi serangan dari kanan, kiri, dan jalur tengah. Tekanan berulang membuat lini belakang Laskar Sappe Kerrab harus bekerja ekstra keras menghalau crossing dan kombinasi umpan pendek Pesut Etam.

Situasi di kubu Madura United kian berat ketika kiper utama Diky Indrayana tidak dapat melanjutkan pertandingan pada pertengahan babak kedua. Aditya Harlan kemudian masuk menggantikan Diky untuk mengawal gawang tim tamu di sisa pertandingan.

Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-72 ketika wasit Ridwan Pahala menunjuk titik putih di kotak penalti Borneo FC. Nadeo Argawinata dinilai menjatuhkan Aji Kusuma dalam duel di area terlarang. Borneo hanya diganjar hukuman penalti tanpa kartu tambahan untuk kiper utama mereka. Jordy Wehrman ditunjuk sebagai eksekutor. Namun, tendangan 12 pas Wehrman berhasil ditepis Nadeo yang menebak arah bola dengan tepat sehingga skor tetap bertahan 0-0. Momen ini menjadi titik balik psikologis bagi tuan rumah maupun tim tamu.

Tak lama berselang, Borneo merespons lewat peluang berbahaya Juan Villa. Gelandang Pesut Etam itu melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke gawang Madura United. Aditya Harlan yang baru masuk menunjukkan refleks sigap dengan menepis bola dan menggagalkan upaya Borneo memecah kebuntuan lebih cepat.

Meski demikian, dominasi Borneo akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir pertandingan. Pada menit ke-89, Maicon Souza menusuk dari sisi lapangan dan mengirim umpan silang mendatar ke depan gawang. Douglas Coutinho yang berada di posisi tepat berhasil menyambar bola dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Borneo FC. Gol itu sontak menghidupkan euforia suporter tuan rumah di Stadion Segiri. CNN Indonesia

“Ini tipe pertandingan yang benar-benar ditentukan sampai detik terakhir,” menjadi gambaran tepat atas jalannya laga yang sarat peluang dan drama, termasuk kegagalan penalti Madura United dan gol penentu di menit ke-89.

Delapan menit injury time diberikan wasit, memberi kedua tim kesempatan tambahan untuk mengubah skor. Borneo FC berupaya menambah keunggulan, sementara Madura United berusaha memaksimalkan setiap ruang untuk mengejar gol penyama kedudukan. Namun tidak ada tambahan gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-0 untuk Borneo FC bertahan sampai laga usai dan mengokohkan rekor 11 kemenangan beruntun Pesut Etam di Super League musim ini. 

Pada pertandingan ini, Borneo FC menurunkan Nadeo Arga Winata di bawah mistar, dengan empat bek Fajar Faturrachman, Komang Teguh, Christophe Nduwarugira, dan Caxambu. Di lini tengah, Kei Hirose, Rivaldo Pakpahan, dan Juan Villa menjadi motor serangan, sementara trio Douglas Coutinho, Joel Vinicius, dan Mariano Peralta dipercaya mengisi sektor depan.

Di kubu Madura United, Diky Indrayana tampil sejak awal sebelum digantikan Aditya Harlan, dibantu kuartet belakang Ruxi, Mendonca, Pedro Monteiro, dan Nurdiansyah. Lini tengah diisi Jordy Wehrman, Paulo Sitanggang, dan Kerim Palic, sedangkan Ahmad Rusadi, Balotelli, dan Aji Kusuma menjadi tumpuan serangan utama tim tamu.

Berita Terkait