05 December 2025, 14:33

Gratis hingga Akhir Tahun! Begini Cara Korban Banjir Sumatra Klaim Internet Starlink Tanpa Bayar

Penyedia layanan internet satelit Starlink menggratiskan layanannya bagi masyarakat di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,354
Gratis hingga Akhir Tahun! Begini Cara Korban Banjir Sumatra Klaim Internet Starlink Tanpa Bayar
Starlink menawarkan layanan internet satelit gratis untuk wilayah terdampak bencana di Indonesia hingga Desember 2025. Simak cara berlangganannya di sini. (Foto: AFP/ODD ANDERSEN)

JAKARTA, Perspektif.co.id – Penyedia layanan internet satelit Starlink menggratiskan layanannya bagi masyarakat di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang lumpuh konektivitas dalam sepekan terakhir. Program ini juga berlaku bagi warga di Sri Lanka yang terkena dampak Siklon Ditwah, dan berjalan hingga akhir Desember 2025.

“Bagi mereka yang terdampak banjir parah di Indonesia dan Sri Lanka akibat Siklon Ditwah, Starlink menyediakan layanan gratis bagi pelanggan baru dan existing hingga akhir Desember 2025,” tulis Starlink dalam pengumuman resminya di laman perusahaan.

Starlink menyebut tengah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mempercepat distribusi terminal dan memulihkan akses komunikasi di titik-titik yang paling parah terputus dari jaringan. Sejumlah perangkat diprioritaskan untuk posko pengungsian dan lokasi pelayanan publik di kawasan terdampak banjir.

Bagi pelanggan aktif yang sebelumnya sudah menggunakan Starlink di wilayah tersebut, akses internet gratis diberikan otomatis dalam bentuk kredit layanan. Pelanggan tidak perlu mengajukan permintaan khusus karena sistem Starlink akan langsung menerapkan potongan biaya ke akun yang memenuhi kriteria wilayah bencana.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi pengguna yang layanannya sempat ditangguhkan atau dihentikan. Starlink menyatakan akan mengkreditkan layanan gratis ke akun-akun tersebut sehingga pemiliknya bisa mengaktifkan kembali layanan dan menggunakan internet tanpa biaya selama periode bantuan berlangsung.

Pelanggan baru di daerah banjir juga dapat memanfaatkan program ini. Setelah membeli perangkat dan mengaktifkan layanan seperti biasa, pengguna diharuskan membuat tiket dukungan melalui aplikasi atau situs resmi Starlink dengan mencantumkan kata kunci “Indonesia Flood Support” agar akun mereka dimasukkan ke skema bantuan bencana.

Adapun langkah pengajuan tiket dukungan ke Starlink dilakukan sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi Starlink.
  2. Masuk ke menu Support kemudian pilih Account dan klik opsi Indonesia and Sri Lanka Flood Response.
  3. Tekan Contact Support.
  4. Isi subjek dengan “Indonesia Flood Support” dan jelaskan kondisi serta lokasi terdampak pada kolom deskripsi.
  5. Kirim tiket dengan menekan Submit.

Setelah itu, pengguna dapat memantau kredit layanan yang diberikan melalui tab Billing di akun masing-masing. Mekanisme ini hanya diperlukan bagi perangkat Starlink yang dimiliki secara pribadi. Untuk perangkat Starlink yang disalurkan sebagai bantuan pemerintah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, warga cukup menghubungkan gawai mereka ke jaringan Wi-Fi yang disediakan di titik-titik layanan.

Sebelumnya, pendiri SpaceX sekaligus pemilik Starlink, Elon Musk, juga menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak mencari keuntungan di tengah bencana. “Kebijakan standar SpaceX adalah menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di suatu tempat di dunia,” tulis Musk di platform X pada Sabtu (29/11). Ia menambahkan, “Tidak lah benar mengambil untung dari musibah.”

Melalui kombinasi distribusi terminal yang dipercepat dan skema kredit layanan gratis bagi pelanggan baru maupun lama, program Starlink ini diharapkan dapat membantu memulihkan komunikasi di wilayah yang masih terisolasi akibat banjir dan longsor di Sumatra, sambil memberi ruang bagi pemerintah dan operator telekomunikasi untuk memulihkan infrastruktur darat yang rusak.

Berita Terkait