13 December 2025, 15:19

Jumlah Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumatra Hampir Tembus 1.000 Jiwa, 226 Orang Masih Dicari

Jumlah korban jiwa akibat rangkaian banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah dan kini nyaris menembus angka 1.000 orang.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
1,746
Jumlah Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumatra Hampir Tembus 1.000 Jiwa, 226 Orang Masih Dicari
Jumlah korban tewas akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat nyaris tembus 1.000 jiwa per Jumat (12/12). Ilustrasi. (AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN).

Perspektif.co.id - Jumlah korban jiwa akibat rangkaian banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah dan kini nyaris menembus angka 1.000 orang. Hingga Jumat (12/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 995 orang meninggal dunia dan 226 lainnya masih dinyatakan hilang.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, dari 990 jiwa meninggal dunia per kemarin 11 Desember, saat ini rekapitulasi kami menunjukkan angka 995 jiwa total meninggal dunia di tiga provinsi,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB.

Abdul menjelaskan, angka tersebut berpotensi terus bertambah mengingat luasnya wilayah terdampak bencana. Proses verifikasi dan sinkronisasi data masih berjalan, termasuk pencocokan identitas korban berdasarkan data kependudukan. Menurutnya, pencatatan dilakukan secara rinci hingga level nama dan alamat untuk memastikan akurasi.

Ia mengungkapkan, hingga kini BNPB menerima laporan adanya jasad yang sebelumnya masuk hitungan korban bencana, namun belakangan dipastikan merupakan jenazah yang sudah dimakamkan sebelum peristiwa banjir dan longsor terjadi. Kondisi ini membuat tim di lapangan harus memilah dengan cermat setiap temuan tubuh di area pemakaman agar tidak seluruhnya otomatis dikategorikan sebagai korban baru.

“Ini yang terdampak di area pemakaman. Jasad ditemukan, tetapi begitu dikonfirmasi, identitas nama ini merupakan jasad yang—bukan korban bencana—melainkan orang yang sudah meninggal sebelum banjir dan longsor di tiga provinsi,” jelas Abdul.

Proses verifikasi terus dikejar agar pemerintah memiliki data resmi yang bisa dijadikan dasar penanganan lanjutan. Abdul menyebut, mulai besok di sejumlah kabupaten diperkirakan sudah ada pembaruan data yang telah divalidasi oleh dinas catatan sipil setempat, termasuk daftar korban yang telah tersusun by name, by address.

“Jadi proses verifikasi ini masih berlangsung. Bisa saja mulai besok di beberapa kabupaten data sudah diverifikasi. Kami akan menyampaikan data yang sudah merupakan validasi dari catatan sipil dan data korban yang sudah by name by address,” kata dia.

Di luar angka korban meninggal dan hilang, BNPB juga terus memantau kondisi pengungsi, kerusakan infrastruktur, serta akses logistik di wilayah terdampak. Skala bencana yang meliputi tiga provinsi sekaligus membuat operasi pencarian, pertolongan, dan pendataan memerlukan waktu lebih panjang dan koordinasi lintas lembaga.

Pemerintah pusat dan daerah didorong untuk memperkuat sistem peringatan dini serta mitigasi bencana hidrometeorologi di Sumatra, mengingat tingginya risiko banjir dan longsor akibat kombinasi curah hujan ekstrem, kerentanan kawasan, serta tata ruang yang belum sepenuhnya tertib.

Berita Terkait