TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Huawei memicu gebrakan besar di MWC Barcelona 2026 ketika perusahaan itu memperkenalkan AgenticCore, sebuah solusi core network berbasis AI yang dirancang untuk menghadapi lonjakan trafik, kebutuhan layanan yang makin terfragmentasi, dan tekanan monetisasi yang menghantui operator di era multi‑agent. Peluncuran ini dipimpin George Gao, Presiden Huawei Cloud Core Network Product Line, yang menegaskan bahwa AgenticCore menjadi “jalan raya berkecepatan tinggi” bagi komunikasi cerdas generasi berikutnya.
“Huawei berkomitmen mendukung transformasi layanan operator,” ujar George Gao dalam sesi peluncuran di Barcelona. “AgenticCore menghadirkan tiga solusi layanan, dua kapabilitas sinergi terminal‑jaringan‑layanan, dan satu infrastruktur cerdas untuk kolaborasi lintas domain dan ekosistem.”
Solusi ini dibangun di atas tiga lapisan kecerdasan—NE intelligence, network intelligence, dan service intelligence—yang masing‑masing menangani tekanan nyata di jaringan modern. Huawei menilai jumlah entitas yang terhubung akan melonjak hingga sepuluh kali lipat seiring AI agent tertanam di smartphone, robot fisik, hingga kendaraan otonom. Kondisi ini menuntut kemampuan baru seperti digital identity, agent discovery, dan manajemen sesi A2A yang tidak pernah disiapkan oleh arsitektur jaringan tradisional.
“AI mendorong peningkatan layanan utama operator seperti panggilan, akses internet, dan broadband rumah,” tulis Huawei dalam penjelasan teknisnya.
AgenticCore memperkenalkan AI Calling, solusi peredam bising lintas generasi jaringan seluler yang mampu mengurangi noise hingga 30 dB dan meningkatkan kejernihan suara 60%. Teknologi ini juga memungkinkan panggilan interaktif multimodal yang dapat menyelesaikan berbagai tugas dalam satu sesi, sekaligus meningkatkan tingkat penyelesaian panggilan pusat layanan yang selama ini stagnan di bawah 60%.
Di sisi pengalaman pengguna, Huawei menghadirkan Intelligent Personalized Experience (IPE) yang memungkinkan operator beralih dari monetisasi trafik ke monetisasi pengalaman. Layanan broadband rumah juga ditingkatkan melalui AI Home Hub, yang mampu memberikan dukungan emosional bagi lansia hingga bantuan belajar untuk anak.
Untuk mendukung era ratusan miliar koneksi agent, Huawei membangun Agent Communication Network (ACN), arsitektur routing berbasis agent yang memastikan komunikasi efisien antar‑agent di berbagai domain dan ekosistem. Infrastruktur ini diperkuat oleh Artificial Intelligence Service Function (AISF), yang mengintegrasikan layanan B2C dan B2H dalam satu kerangka layanan cerdas.
Di Asia Pasifik, pendekatan ini dianggap relevan karena operator menghadapi ARPU rendah dan investasi jaringan yang terus meningkat. Huawei menegaskan bahwa AgenticCore bukan hanya memperbesar kapasitas jaringan, tetapi memberi operator peluang baru untuk memonetisasi layanan AI—mulai dari asisten pribadi hingga komputasi terintegrasi untuk inference dan generasi konten.
“Melihat ke depan, Huawei akan terus memperdalam kolaborasi tiga lapis kecerdasan bersama operator untuk menghadirkan konektivitas cerdas 24/7 dan menciptakan nilai baru di era internet cerdas,” tulis perusahaan dalam pernyataan resminya.