JAKARTA, Perspektif.co.id - Rumor Giovanni van Bronckhorst bakal menjadi pelatih baru Timnas Indonesia kian kencang berembus. Nama eks kapten Timnas Belanda itu belakangan disebut-sebut masuk radar PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert yang diberhentikan bulan lalu usai gagal mengantar skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Kursi pelatih kepala Timnas Indonesia saat ini memang lowong. Sejumlah kandidat disebut sedang dipertimbangkan. Sebelumnya, muncul nama pelatih asal Uzbekistan, Timur Kapadze, yang bahkan sudah sempat berada di Jakarta dan melakukan safari bertemu beberapa tokoh sepakbola nasional. PSSI menegaskan kunjungan Kapadze itu bukan inisiasi federasi, namun spekulasi publik telanjur menguat.
Belum reda isu Kapadze, kini giliran Van Bronckhorst yang disebut sebagai calon kuat pengganti Kluivert. Mantan pemain Barcelona, Arsenal, dan Feyenoord itu saat ini bekerja sebagai asisten manajer di Liverpool. Sosok berusia 47 tahun tersebut juga memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ayah yang berdarah Maluku, sehingga wacana menangani “negara leluhur” dinilai banyak pihak punya daya tarik tersendiri.
Laporan Football Insider 247 menyebut Liverpool dikabarkan siap duduk satu meja dengan PSSI jika federasi benar-benar serius mendekati Van Bronckhorst. Dalam skema tersebut, PSSI diisukan akan menyiapkan kompensasi untuk menebus kontrak Van Bronckhorst yang baru berjalan sejak awal musim panas lalu di Anfield.
Van Bronckhorst sendiri bukan sosok baru di dunia kepelatihan. Ia pernah menjadi pelatih kepala di Feyenoord, Guangzhou City, Rangers, dan Besiktas, dengan catatan rasio kemenangan sekitar 58 persen. Rekam jejak tersebut membuat namanya dianggap cukup layak untuk mengangkat performa Timnas Indonesia yang tengah mencari arah baru selepas era Kluivert.
Kendati demikian, Ketua Umum PSSI Erick Thohir belum mau memberikan konfirmasi apa pun terkait kebenaran kabar Van Bronckhorst. Erick menegaskan federasi masih berada dalam tahap penjajakan dan penyaringan kandidat pelatih.
“Belum tahu (soal Giovanni van Bronckhorst). Apakah dari Belanda lagi? belum tahu juga,” ujar Erick saat ditemui wartawan di Istana Negara, Selasa (25/11/2025).
Komentar singkat Erick tersebut menandakan PSSI memilih berhati-hati di tengah derasnya spekulasi publik. Sebelumnya, Erick juga berulang kali menegaskan rekrutmen pelatih Timnas tidak boleh dilakukan secara serampangan dan harus selaras dengan proyek jangka panjang sepakbola nasional.
Dengan tekanan suporter yang menginginkan prestasi dan desakan agar federasi lebih transparan dalam proses pemilihan pelatih, nama-nama seperti Kapadze dan Van Bronckhorst diprediksi belum menjadi yang terakhir muncul di bursa rumor. PSSI masih punya tugas menyaring kandidat terbaik, menyesuaikan dengan kebutuhan teknis, identitas permainan, hingga kemampuan beradaptasi dengan kultur sepakbola Indonesia.
Selama proses tersebut berjalan, publik sepakbola Tanah Air masih menunggu kepastian sosok yang akan duduk di kursi pelatih kepala Timnas Indonesia. Apakah Garuda kembali akan ditangani pelatih asal Belanda, atau justru mengarah ke figur lain, masih menjadi tanda tanya yang belum terjawab.