14 January 2026, 00:08

Piala AFF 2026 Tak Ramah Pemain Bintang, Herdman Siapkan Timnas “Versi Muda” untuk Uji Kedalaman Skuad

John Herdman memberi sinyal tegas bahwa Piala AFF 2026 tidak akan menjadi panggung ideal untuk menurunkan skuad terbaik berisi pemain-pemain “tier satu dan dua”

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,277
Piala AFF 2026 Tak Ramah Pemain Bintang, Herdman Siapkan Timnas “Versi Muda” untuk Uji Kedalaman Skuad
John Herdman akan maksimalkan pemain muda untuk Piala AFF 2026. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Pelatih baru Timnas Indonesia John Herdman memberi sinyal tegas bahwa Piala AFF 2026 tidak akan menjadi panggung ideal untuk menurunkan skuad terbaik berisi pemain-pemain “tier satu dan dua”. Alasannya klasik tapi krusial: turnamen regional itu berlangsung di luar kalender FIFA, sehingga klub tidak wajib melepas pemain. Dalam situasi seperti itu, Herdman memilih menggeser fokus dari “nama besar” ke pembangunan kedalaman tim, termasuk memberi ruang lebih luas kepada pemain muda dan lapis kedua. 

“Turnamen di bulan Juli dan Agustus adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2, karena mereka punya komitmen kepada klubnya, dan itu di luar kalender FIFA,” kata Herdman dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Dengan keterbatasan akses terhadap pemain utama, Herdman menilai Piala AFF justru cocok dijadikan laboratorium untuk mengukur seberapa “dalam” kolam talenta Indonesia. Ia membuka opsi memanggil pemain yang tidak terkendala izin klub, termasuk mereka yang tidak mendapat kesempatan pada jendela FIFA Matchday Maret atau Juni, sekaligus memperluas basis seleksi tim.

“Jadi, itulah pentingnya memiliki kolam talenta yang luas. Dan, saya pikir turnamen AFF jadi sebuah kesempatan yang bagus untuk saya memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia,” ujar Herdman. Ia menambahkan, “Lalu juga memberikan kesempatan kepada para pemain yang tidak mendapatkannya saat Maret atau Juni di kalender FIFA. Untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda, namun dengan skala yang jauh lebih besar.” 

Herdman bahkan membandingkan Piala AFF dengan Gold Cup di kawasan CONCACAF—turnamen yang pernah ia jalani ketika menangani Kanada—di mana pelatih kerap tidak bisa memanggil semua bintang karena benturan agenda klub. “Anda punya kesempatan untuk menggunakan kolam yang jauh lebih besar, dan itu mirip dengan apa yang kita lakukan di CONCACAF dengan Gold Cup,” ucapnya. “Kita tidak punya akses untuk mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David untuk turnamen itu. Anda harus menggunakan pemain lokal dan kolam yang jauh lebih besar. Dan, Anda bisa belajar dan melihat pemain di situasi itu,” lanjut Herdman.

Piala AFF 2026—yang kini berada di bawah tajuk ASEAN Hyundai Cup™—dijadwalkan bergulir pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Fase grup dimulai 24 Juli dan berjalan sampai 8 Agustus, lalu berlanjut ke semifinal dua leg mulai 15 Agustus, dengan final dimainkan dua leg pada 22 dan 26 Agustus. 

Dalam format kompetisi, fase grup menggunakan format kandang atau tandang di kawasan, dan dua tim teratas dari masing-masing grup akan bertemu pada semifinal kandang-tandang sebelum menuju final dua leg. Struktur ini, menurut Herdman, memberi ruang lebih lebar bagi pelatih baru untuk “menguji pasar”—mengukur kesiapan pemain di level pertandingan kompetitif, bukan hanya dari sesi latihan. 

Bagi Indonesia, turnamen ini juga memikul beban historis. Timnas telah tampil di ajang kawasan tersebut sejak edisi perdana 1996, sempat menembus final enam kali, namun belum pernah mengangkat trofi juara. Pada edisi terakhir 2024, Indonesia tersingkir di fase grup ketika menurunkan banyak pemain muda dan finis di posisi ketiga grup dengan empat poin.

Pilihan Herdman untuk menjadikan Piala AFF 2026 sebagai panggung regenerasi pada dasarnya adalah strategi manajemen sumber daya: ketika akses terhadap “aset utama” (pemain inti) terbatas oleh kepentingan klub, maka nilai kompetisi bergeser menjadi ajang menambah opsi, memperluas data penilaian, dan membangun kedalaman skuad. Jika rencana itu berjalan, AFF 2026 bukan sekadar target hasil jangka pendek, melainkan investasi untuk mempertebal stok pemain siap pakai pada agenda yang lebih besar di kalender FIFA.

Berita Terkait