Perspektif.co.id - Aktivitas berkebun di rumah dilaporkan semakin diminati pada 2025 seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengisi waktu luang sekaligus mengurangi stres. Tren tersebut membuat panduan berkebun untuk pemula kembali dibutuhkan, terutama bagi warga yang ingin memulai namun belum memahami langkah dasar.
Pakar urban farming menjelaskan bahwa tahapan awal berkebun dimulai dari pemilihan lokasi yang tepat. Area yang memperoleh sinar matahari memadai, memiliki jenis tanah sesuai, dan mudah dijangkau menjadi faktor penting sebelum menentukan tempat penanaman. “Kesalahan memilih lokasi dapat menghambat pertumbuhan karena setiap tanaman memiliki kebutuhan pencahayaan dan karakteristik tanah yang berbeda,” ujar pakar tersebut dalam keterangan tertulis.
Setelah menentukan lokasi, lahan perlu dibersihkan dari rumput liar, gulma, dan residu bahan kimia agar tanah kembali subur. Pengolahan tanah dilakukan dengan penggemburan dan pemberian pupuk organik. Tanah berwarna gelap dan gembur menandakan kondisi yang baik, sedangkan tanah pucat dan padat membutuhkan penanganan lebih intensif.
Pemula disarankan menanam tanaman yang perawatannya sederhana dan berumur pendek untuk mempermudah proses perawatan serta mempercepat masa panen. Sayuran seperti cabai, tomat, pepaya, ubi dan tanaman rumahan lain disebut cocok bagi pemula karena lebih mudah dikendalikan jika terserang hama.

Penataan tanaman juga menjadi perhatian agar pertumbuhan optimal. Tanaman yang membutuhkan cahaya penuh disarankan ditempatkan di bagian timur, sementara tanaman berukuran lebih besar diletakkan di sisi barat agar tidak menghalangi pencahayaan tanaman lainnya. Selain itu, jarak antar tanaman juga berpengaruh terhadap distribusi nutrisi, ruang tumbuh, dan curah cahaya.
Perawatan rutin menjadi langkah akhir yang menentukan keberhasilan kegiatan berkebun. Penyiraman, pemupukan, dan penyiangan gulma harus dilakukan secara berkala. Gulma yang terbabat dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik dengan cara ditanam di dalam tanah.
Panduan berkebun tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenal prosedur dasar dan mengurangi kekhawatiran sebelum memulai. Aktivitas berkebun diperkirakan terus berkembang karena tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberi manfaat pangan dan kesehatan mental.