24 December 2025, 16:57

Polisi Masih mencari pemilik E-Mail Diduga Teror Bom Ke Sekolah Depok

Polisi masih mengusut kasus ancaman teror bom yang dikirim lewat e-mail milik seorang perempuan berinisial K ke 10 sekolah di Kota Depok, Jawa Barat.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
1,685
Polisi Masih mencari pemilik E-Mail Diduga Teror Bom Ke Sekolah Depok
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made (Devi Puspitasari/detikcom)

Depok, Perspektif.co.id – Polisi masih mengusut kasus ancaman teror bom yang dikirim lewat e-mail milik seorang perempuan berinisial K ke 10 sekolah di Kota Depok, Jawa Barat. Dalam pengembangan terbaru, penyidik ikut menelusuri keberadaan pacar K untuk mendalami kemungkinan keterkaitannya dengan e-mail ancaman tersebut. 

Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, langkah penelusuran itu dilakukan setelah K membantah sebagai pengirim ancaman bom. K mengklaim akun e-mail miliknya disusupi atau diretas pihak lain. “Penyidik juga masih mencari informasi keberadaan pacar K,” kata Made saat dimintai keterangan, Rabu (24/12/2025). 

Made menegaskan, pendalaman terhadap pacar K dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penyidikan untuk memastikan siapa yang benar-benar mengirimkan ancaman. Namun, kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah pacar K merupakan pelaku atau bukan. “Namun belum bisa dipastikan apakah pacarnya yang melakukan atau bukan,” ujarnya. 

Sementara proses penyelidikan berjalan, K masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Depok. Polisi, kata Made, masih menggali keterangan K dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk menelusuri asal-usul ancaman, termasuk menguji klaim peretasan akun e-mail. 

Di sisi lain, polisi memastikan situasi di 10 sekolah yang sempat menerima ancaman dalam kondisi aman. Aparat telah melakukan pengecekan dan penyisiran di seluruh lokasi yang disebut menerima teror. “Sudah semua dicek, dipastikan aman. Tak ada benda berbahaya ditemukan,” ujar Made, Selasa (23/12) malam. 

Penyisiran dilakukan tim Detasemen Gegana Brimob Polri bersama jajaran Polres Metro Depok. Kepolisian juga mendalami motif di balik teror tersebut, termasuk isi e-mail ancaman yang diduga mencerminkan emosi pengirim. Menurut Made, narasi di dalam e-mail mengarah pada perasaan kesal atau kecewa. “Untuk motif maupun ancaman yang disampaikan oleh terduga pelaku memang isi e-mail yang disampaikan oleh pelaku bahwa pelaku merasa kesal ataupun merasa kecewa,” kata Made. 

Berita Terkait