12 March 2026, 19:27

PSSI Gaet Alistair Smith dari Inggris, Sinyal Serius Benahi Kurikulum dan Pendidikan Pelatih Indonesia

PSSI menambah kekuatan baru di sektor pengembangan dengan mendatangkan sosok asal Inggris, Alistair Smith

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Zainur Akbar
482
PSSI Gaet Alistair Smith dari Inggris, Sinyal Serius Benahi Kurikulum dan Pendidikan Pelatih Indonesia
Alistair Smith (tengah) akan membantu PSSI di departemen pendidikan dan pengembangan. (Instagram/@alex_zwiers)

JAKARTA, Perspektif.co.id - PSSI menambah kekuatan baru di sektor pengembangan dengan mendatangkan sosok asal Inggris, Alistair Smith, untuk memperkuat departemen Pendidikan dan Pengembangan. Langkah ini menandai dorongan baru federasi dalam membenahi fondasi sepak bola nasional, bukan hanya di level tim nasional, melainkan juga pada aspek pembinaan pelatih, pemain, dan kepemimpinan sepak bola Indonesia.

Berdasarkan informasi yang Anda sertakan, perkenalan Alistair Smith disampaikan Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers melalui media sosial pada Kamis (12/3/2026). Dalam pengumuman itu, Zwiers menyampaikan PSSI menyambut Smith untuk mendukung departemen Pendidikan dan Pengembangan, sekaligus menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang federasi terhadap pendidikan pelatih dan penguatan masa depan sepak bola Indonesia. Zwiers sendiri memang menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI setelah diumumkan pada Agustus 2025. 

Kehadiran Smith bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya tergolong panjang dalam bidang pembelajaran, pengembangan, dan edukasi kepelatihan. Dalam profil resminya, Smith menyebut dirinya telah lebih dari dua dekade menjadi designated learning consultant untuk FA, membantu desain dan pengembangan program lisensi pelatih, termasuk UEFA Pro Licence. Ia juga menyatakan pernah bekerja sebagai konsultan untuk UEFA dan sejak Oktober 2022 menjadi bagian dari FIFA Technical Leadership Expert Team untuk membantu merancang jalur pendidikan kelas dunia bagi para pemimpin teknis federasi sepak bola. 

Dengan latar belakang seperti itu, masuknya Smith dipandang sejalan dengan agenda modernisasi sepak bola nasional yang tengah dibangun PSSI. Dalam informasi yang Anda lampirkan, pengalaman Smith di Inggris, Eropa, hingga level global akan dimanfaatkan untuk memperbarui kurikulum sepak bola Indonesia. Arah kebijakannya bukan semata mengejar hasil instan, melainkan memperkuat sistem pengembangan jangka panjang melalui pendidikan pelatih yang lebih terstruktur, pemahaman filosofi permainan, dan pembinaan kepemimpinan di lingkungan sepak bola.

Pesan itu selaras dengan peran Smith selama ini yang memang berfokus pada learning and development. Di laman profesionalnya, ia menekankan keterlibatan dalam desain pengalaman belajar untuk individu, tim, dan organisasi berperforma tinggi, termasuk di dunia sepak bola profesional. Dalam konteks Indonesia, pendekatan seperti ini bisa menjadi elemen penting untuk memperkuat kualitas pelatih lokal dan menyusun standar pembinaan yang lebih seragam dari level akar rumput sampai elite.

Masuknya Alistair Smith juga memperlihatkan bahwa PSSI di bawah struktur teknis yang baru tidak hanya bergerak di area tim nasional, tetapi mulai menata ulang aspek yang lebih mendasar. Zwiers sebelumnya datang dengan reputasi kuat dalam pengembangan teknis dan usia muda, termasuk pengalamannya bersama Yordania. Kini, dengan tambahan figur seperti Smith, federasi memberi sinyal bahwa pembenahan sepak bola Indonesia akan dijalankan lewat kerja bertahap namun sistematis. 

Dalam informasi yang Anda kirim, Zwiers menegaskan, “Langkah ini memperkuat komitmen jangka panjang kami terhadap pendidikan pelatih memberdayakan pemain, pelatih, dan pemimpin untuk masa depan sepak bola Indonesia.” Ia juga menambahkan, “Selangkah demi selangkah, kami terus mengembangkan permainan ini.” Pernyataan itu menegaskan bahwa kehadiran Smith bukan sekadar penambahan personel, melainkan bagian dari rancangan besar membangun kultur belajar dan pembinaan yang lebih modern di tubuh PSSI.

Berita Terkait