26 February 2026, 14:58

AFC “Tampar” PSSI! Uji Coba Garuda Muda vs Mali Berujung Denda Rp25 Juta Gegara Administrasi Telat

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI menyusul pelanggaran prosedur dalam laga uji coba Timnas Indonesia U-23 melawan Mali.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
776
AFC “Tampar” PSSI! Uji Coba Garuda Muda vs Mali Berujung Denda Rp25 Juta Gegara Administrasi Telat
PSSI resmi disanksi AFC karena pelanggaran uji coba Timnas Indonesia U-23 vs Mali. (ANTARA FOTO/Fauzan)

Perspektif.co.id - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI menyusul pelanggaran prosedur dalam laga uji coba Timnas Indonesia U-23 melawan Mali. Sanksi itu muncul setelah AFC menilai federasi sepak bola Indonesia terlambat menjalankan kewajiban pemberitahuan dan perizinan pertandingan uji coba lintas konfederasi, dari Asia (AFC) dan Afrika (CAF), yang dikategorikan sebagai pertandingan internasional level dua (tier 2).

Putusan disiplin tersebut tercantum dalam rilis hasil sidang Komite Disiplin dan Etik AFC yang digelar pada Rabu, 25 Februari 2026. Dalam dokumen itu, AFC menyatakan pelanggaran berkaitan dengan ketentuan Pasal 11 dalam regulasi pertandingan internasional AFC yang mengatur prosedur dan tata kelola pertandingan internasional tier 2, termasuk untuk laga lintas konfederasi.

AFC menegaskan inti persoalan terletak pada keterlambatan pengajuan otorisasi pertandingan. Dalam pernyataan yang dikutip sejumlah laporan, AFC menyebut, “Tergugat mengajukan permohonan otorisasi melewati batas waktu yang ditentukan.” 

Konsekuensinya, PSSI dijatuhi denda sebesar US$1.500 atau setara sekitar Rp25 juta. Nominal ini tergolong kecil dibanding biaya penyelenggaraan laga internasional, namun tetap menjadi catatan penting karena menyangkut kepatuhan tata kelola. AFC juga memberi tenggat pelunasan, yakni maksimal 30 hari sejak keputusan disampaikan. Dalam kutipan putusan yang beredar, AFC menyatakan, “Asosiasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD 1.500… Denda tersebut harus dilunasi dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini disampaikan.” 

Yang menjadi sorotan berikutnya, pelanggaran administrasi ini disebut bukan yang pertama. AFC mencatat kasus keterlambatan pemberitahuan/otorisasi yang serupa telah berulang dan menjadi pelanggaran ketujuh yang dikaitkan dengan PSSI dalam catatan pengawasan mereka. Tidak ditemukan keterangan yang jelas apakah denda tersebut disertai opsi banding pada putusan yang sama. 

Dalam konteks regulasi, AFC memang memiliki mekanisme ketat untuk pertandingan internasional tier 2, khususnya yang melibatkan lebih dari satu konfederasi atau dilaksanakan pada wilayah konfederasi berbeda. Aturan ini pada intinya ditujukan untuk memastikan otorisasi, notifikasi, dan pencatatan pertandingan internasional berjalan tertib, sehingga konfederasi memiliki gambaran menyeluruh atas pertandingan lintas negara yang digelar oleh asosiasi anggotanya. 

Bagi PSSI, denda US$1.500 mungkin tidak berdampak besar pada keuangan organisasi. Namun, pengulangan pelanggaran administratif berisiko memunculkan perhatian yang lebih serius di kemudian hari, terutama jika terjadi dalam periode yang padat agenda internasional. Di sisi lain, sanksi ini menegaskan bahwa tata kelola pertandingan—mulai dari perizinan, notifikasi, hingga pemenuhan prosedur lintas konfederasi—menjadi aspek yang tak bisa dianggap formalitas, karena berujung langsung pada konsekuensi disiplin dan reputasi federasi di mata otoritas sepak bola Asia. 

Berita Terkait