TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Qualcomm mengguncang panggung Mobile World Congress (MWC) 2026 dengan memperkenalkan FastConnect 8800 dan modem X105 5G, dua solusi konektivitas yang diklaim siap mendefinisikan ulang standar kecepatan perangkat mobile generasi berikutnya. Peluncuran ini dilakukan di Barcelona dan langsung menarik perhatian karena menghadirkan lompatan besar pada Wi‑Fi 8 dan 5G Advanced, lengkap dengan integrasi AI yang semakin agresif.
“FastConnect 8800 menghadirkan peningkatan dua digit dibanding generasi sebelumnya,” ujar Qualcomm dalam pernyataan resminya.
Chip FastConnect 8800 dibangun dengan arsitektur radio 4x4 dan proses 6nm, memungkinkan kecepatan puncak hingga 11,6Gbps pada Wi‑Fi 8—setara sekitar Rp 1,8 juta per Gbps jika dikonversi ke nilai layanan premium operator saat ini. Teknologi ini juga menawarkan jangkauan gigabit hingga tiga kali lebih jauh berkat dukungan Extended Long Range (ELR), modul RF baru, serta kanal 320MHz yang sebelumnya hanya tersedia pada perangkat kelas enterprise.
“Ini adalah Wi‑Fi tercepat dan dengan jangkauan terpanjang yang pernah kami hadirkan,” tulis Qualcomm.
Selain Wi‑Fi 8, FastConnect 8800 juga membawa Bluetooth 7, Ultra Wideband (UWB), dan Thread dalam satu chip, lengkap dengan Proximity AI yang memanfaatkan Wi‑Fi Ranging, Bluetooth Channel Sounding, UWB, hingga GPS untuk pelacakan perangkat yang lebih presisi. Fitur ini diproyeksikan menjadi fondasi ekosistem perangkat pintar dan spatial computing di era AI agentic.
Sementara itu, modem Qualcomm X105 5G menghadirkan kecepatan unduh hingga 14,8Gbps, sekaligus membawa dukungan 5G NR‑NTN untuk komunikasi satelit—mulai dari video, pesan, hingga data off‑grid. Modem ini juga dibekali prosesor AI 5G generasi kelima dan sistem GNSS empat frekuensi yang mampu meningkatkan akurasi lokasi sekaligus menghemat daya hingga 25 persen.
“X105 adalah modem pertama kami dengan dukungan multi-konstelasi penuh untuk GPS, GLONASS, Galileo, dan BeiDou,” ungkap Qualcomm.
Kombinasi FastConnect 8800 dan X105 5G diperkirakan akan menjadi standar baru untuk smartphone flagship, perangkat XR, wearables, hingga PC mobile mulai akhir 2026. Dengan integrasi AI yang semakin dalam, Qualcomm menargetkan pengalaman multi-perangkat yang lebih responsif, koneksi lebih stabil, dan kemampuan pelacakan yang jauh lebih akurat dibanding generasi sebelumnya.