Perspektif.co.id - Rusia kembali melancarkan serangan ke Ukraina dengan sasaran utama ibu kota Kyiv dan kota Kharkiv di timur laut. Serangan terbaru dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai puluhan lainnya, sementara otoritas setempat menetapkan status siaga serangan udara serta memperingatkan ancaman drone dan rudal balistik.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengingatkan warga agar tidak meninggalkan tempat perlindungan ketika serangan terjadi. “Kyiv berada di bawah serangan musuh besar-besaran. Jangan meninggalkan tempat perlindungan!” tulis Klitschko melalui Telegram, seraya menyebut beberapa bangunan non-perumahan ikut terdampak serangan.
Dalam pembaruan terpisah, Klitschko menyampaikan adanya korban jiwa di Kyiv dan korban luka yang sebagian telah dibawa ke rumah sakit. Laporan juga menyebut kebakaran terjadi di sejumlah titik akibat puing-puing drone, sementara layanan pemanas serta pasokan air di beberapa bagian ibu kota sempat terganggu.
Di area yang lebih luas di sekitar Kyiv, otoritas militer regional menyatakan ada korban luka tambahan. Serangan yang menyasar infrastruktur dan fasilitas di sejumlah distrik membuat aparat setempat meneruskan peringatan agar warga tetap berlindung sampai situasi dinyatakan aman.
Sementara itu di Kharkiv, Wali Kota Igor Terekhov melaporkan serangan drone Shahed buatan Iran merusak sejumlah bangunan permukiman di wilayah dekat perbatasan Rusia. Kepolisian setempat juga menyampaikan serangan drone menimbulkan korban luka dan merusak fasilitas, termasuk dua fasilitas medis.
Serangan ini terjadi di tengah bergulirnya pembicaraan yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi, yang disebut sebagai kontak langsung pertama dalam format tiga pihak terkait rencana mengakhiri perang. Menjelang kelanjutan pembicaraan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan isu wilayah menjadi salah satu titik paling sensitif, saat Moskow bersikeras Kyiv menarik diri dari wilayah Donbas.
Dari sisi dampak, serangan Rusia juga dilaporkan menekan pasokan listrik dan pemanas di berbagai wilayah, seiring suhu musim dingin yang ekstrem. Reuters melaporkan serangan besar semalam menyasar infrastruktur energi dan menyebabkan jutaan properti terdampak pemadaman, termasuk gangguan pemanas di Kyiv.