09 March 2026, 00:10

Serangan Iran Makin Brutal! Puing Rudal Hantam Gedung Universitas di Bahrain, 3 Terluka—Pabrik Air Pun Luluh Lantak

Puing rudal Iran hantam universitas di Muharraq Bahrain, 3 terluka. Pabrik desalinasi Manama rusak akibat drone. Perang Iran vs AS-Israel hari ke-9.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
575
Serangan Iran Makin Brutal! Puing Rudal Hantam Gedung Universitas di Bahrain, 3 Terluka—Pabrik Air Pun Luluh Lantak
Kawasan universitas di Muharraq, Bahrain, menjadi sasaran jatuhnya puing rudal Iran pada Minggu (8/3/2026). (AI Generated by: Perspektif.co.id)

INTERNASIONAL, Perspektif.co.id — Puing-puing rudal Iran menghantam kawasan universitas di Muharraq, Bahrain utara, pada Minggu pagi (8/3/2026), melukai tiga orang dan menimbulkan kerusakan struktural serius pada gedung kampus tersebut. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengonfirmasi insiden itu melalui pernyataan resmi di platform X, menegaskan bahwa serpihan rudal jatuh tepat di dekat kompleks universitas di kota terbesar ketiga Bahrain yang juga pernah menjadi ibu kota kerajaan itu.

Sirene darurat dibunyikan di kawasan Muharraq pada pagi hari untuk memperingatkan warga agar segera berlindung, sebagaimana diumumkan Kementerian Dalam Negeri Bahrain melalui akun resminya di X. Otoritas setempat langsung mengerahkan tim darurat ke lokasi kejadian, dan ketiga korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Akibat agresi Iran yang terang-terangan, 3 orang terluka dan kerusakan material menimpa gedung universitas di kawasan Muharraq setelah serpihan rudal berjatuhan,” demikian pernyataan tegas Kementerian Dalam Negeri Bahrain.

Serangan hari itu tidak berhenti di satu titik. Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyebut bahwa agresi Iran secara membabi buta mengebom target-target sipil dan menyebabkan kerusakan material pada sebuah pabrik desalinasi air menyusul serangan drone. Fasilitas desalinasi itu berlokasi di Manama, ibu kota Bahrain, dan merupakan infrastruktur vital yang mengolah air laut menjadi air bersih bagi jutaan penduduk kawasan Teluk.

Ratusan pabrik desalinasi berjejer di sepanjang pantai Teluk Persia, dan kawasan ini bergantung sepenuhnya pada fasilitas tersebut untuk kebutuhan air sehari-hari, sehingga serangan terhadap infrastruktur semacam ini memiliki dampak yang jauh melampaui kerusakan fisik semata.

Iran sendiri tidak tinggal diam merespons tudingan itu. Teheran menyatakan bahwa justru Amerika Serikat yang terlebih dahulu menciptakan preseden penyerangan terhadap instalasi desalinasi ketika militer AS dilaporkan menarget pabrik serupa di wilayah Iran.

Di hari yang sama, Lembaga Jaminan Sosial Publik Bahrain (PIFSS) juga mengumumkan bahwa gedung utamanya mengalami kerusakan material setelah dijadikan sasaran serangan Iran, dan kantor pusat lembaga itu dinyatakan tutup untuk publik pada Minggu (8/3) sementara kantor cabang tetap beroperasi.

Situasi di kawasan Teluk semakin memanas. Uni Emirat Arab melaporkan puing dari intersepsi udara jatuh menimpa sebuah kendaraan dan menewaskan pengemudinya. Arab Saudi menyatakan berhasil menghancurkan sebuah drone yang mengarah ke ladang minyak raksasa Shaybah, sekaligus menembak jatuh empat drone di atas ibu kota Riyadh—termasuk satu yang mengincar kawasan diplomatik.

Kuwait pun tidak luput dari ancaman. Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya sedang aktif menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran, sementara tangki bahan bakar di bandar udara internasional Kuwait menjadi sasaran serangan drone.

Angka pertahanan udara Bahrain sendiri mencerminkan betapa masifnya gelombang serangan ini. Berdasarkan data Pasukan Pertahanan Bahrain, sejak serangan balasan Iran dimulai pada 28 Februari lalu—kini telah memasuki hari kesembilan—sistem pertahanan udara negara itu telah berhasil mengintersepsi 95 rudal dan 164 drone.

Berita Terkait