19 December 2025, 05:32

Telkom Resmi Lepas Bisnis Fiber ke InfraNexia, Nilainya Tembus Rp35,8 Triliun

Pemisahan ini merupakan bagian dari strategi TLKM 30 dalam mengoptimalkan monetisasi aset strategis demi mempercepat penciptaan nilai.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,945
Telkom Resmi Lepas Bisnis Fiber ke InfraNexia, Nilainya Tembus Rp35,8 Triliun
Telkom menandatangani akta spin-off bisnis dan aset wholesale fiber ke InfraNexia senilai Rp35,8 triliun, target fase kedua tuntas 2026.

Perspektif.co.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) resmi menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari Telkom kepada InfraNexia. 

Langkah ini menjadi tindak lanjut persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama, disaksikan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro dan Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng di Jakarta, Kamis (18/12).

Telkom menilai pemisahan ini menjadi tonggak penguatan pilar infrastruktur digital sekaligus mempercepat implementasi strategi transformasi jangka menengah TLKM 30. 

Melalui skema ini, InfraNexia diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru lewat optimalisasi nilai aset jaringan fiber optik nasional dan peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital.

Dalam fase spin-off pertama, setelah pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity, InfraNexia akan menguasai lebih dari 50 persen dari total aset infrastruktur jaringan fiber Telkom yang mencakup segmen access, aggregation, backbone, serta infrastruktur pendukung lainnya. Nilai transaksi bisnis dan aset pada fase pertama disebut mencapai Rp35,8 triliun.

Sementara itu, fase spin-off kedua ditargetkan rampung pada 2026, dan disebut akan dijalankan secara transparan, penuh kehati-hatian, dengan itikad baik, serta patuh terhadap ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.

Pasca transaksi, kepemilikan saham efektif Telkom di InfraNexia meningkat menjadi 99,9999997 persen, mempertegas posisi Telkom sebagai pemegang saham pengendali. Meski demikian, InfraNexia menegaskan komitmen untuk beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity, baik untuk pelanggan eksternal maupun internal TelkomGroup.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menekankan pemisahan ini merupakan bagian dari strategi TLKM 30 dalam mengoptimalkan monetisasi aset strategis demi mempercepat penciptaan nilai. 

“Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi operasional, dan nilai tambah dari aset infrastruktur fiber TelkomGroup,” ujar Dian. 

“Melalui InfraNexia sebagai entitas yang berfokus penuh pada pengelolaan dan pengembangan bisnis infrastruktur fiber, kami dapat mempercepat penetrasi jaringan, meningkatkan tata kelola wholesale business model dan membuka peluang kemitraan strategis yang mendukung pemerataan konektivitas digital nasional secara lebih efisien.” tambahnya.

Dian juga menyebut pendekatan ini sejalan dengan praktik industri global, dengan contoh sejumlah operator telekomunikasi yang membentuk entitas pengelola infrastruktur jaringan secara terpisah untuk meningkatkan efisiensi, valuasi, dan peluang kemitraan strategis.

Di sisi lain, Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama menyatakan InfraNexia akan memastikan layanan fiber connectivity berkualitas tinggi untuk segmen wholesale dan menyediakan model layanan yang transparan, adil, serta terbuka bagi industri. 

“Kehadiran InfraNexia sebagai entitas yang mengonsolidasikan infrastruktur fiber akan mendorong terciptanya ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif,” kata Ketut. 

Telkom meyakini langkah ini akan memperkuat posisi InfraNexia sebagai perusahaan wholesale fiber connectivity terdepan, sekaligus mengukuhkan posisi TelkomGroup sebagai market leader dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.***

Berita Terkait