12 January 2026, 00:50

Thom Haye “Meledak”: Soroti Pelanggaran ‘Gila’ di Lapangan hingga Ancaman Pembunuhan.

Gelandang Persib Bandung Thom Haye menuliskan pesan emosional usai kemenangan penting atas Persija Jakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/2026.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,147
Thom Haye “Meledak”: Soroti Pelanggaran ‘Gila’ di Lapangan hingga Ancaman Pembunuhan.
Thom Haye kritik pelanggaran tak perlu yang sering terjadi di sepak bola Indonesia. (CNNIndonesia/Mundri Winanto)

BANDUNG, Perspektif.co.id - Gelandang Persib Bandung Thom Haye menuliskan pesan emosional usai kemenangan penting atas Persija Jakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Persib menang 1-0 lewat gol cepat Beckham Putra Nugraha di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026), hasil yang ikut mengantar Maung Bandung menutup paruh musim sebagai pemuncak klasemen. 

Selepas laga, Haye menjadi sorotan karena beberapa kali terlibat duel keras dan terekam kamera beradu argumen dengan pemain lawan. Di luar lapangan, pemain Timnas Indonesia kelahiran Amsterdam itu kemudian meluapkan perasaannya lewat unggahan di media sosial, yang isinya bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga kritik terhadap atmosfer pertandingan yang menurutnya terlalu sering diwarnai tindakan tidak perlu. 

“Kami memenangkan derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami juga Bobotoh,” tulis Haye mengawali pesannya. Namun ia melanjutkan dengan nada kecewa, seraya menegaskan dirinya percaya sepak bola Indonesia punya potensi besar karena gairah dan atmosfernya kuat. 

Haye menyebut ada sisi yang membuatnya sedih: pertandingan-pertandingan kerap dibayangi sikap tidak saling menghormati dan pelanggaran yang seharusnya tidak perlu terjadi. “Sangat disayangkan terlalu banyak pertandingan yang dibayangi perilaku tak hormat dan pelanggaran yang tak perlu,” tulisnya. Ia menilai hal itu merusak kualitas permainan, bahkan memicu situasi yang makin panas ketika dibicarakan. “Lebih gila lagi adalah jika Anda membahas tentang hal tersebut, mereka malah makin berniat untuk berkelahi,” lanjut Haye, sembari menekankan bahwa rasa hormat penting untuk perkembangan sepak bola. 

Bagian yang paling keras dari curhatan Haye adalah soal perilaku sebagian warganet. Ia mengaku keluarganya menerima ancaman pembunuhan dan pesan mengerikan setelah pertandingan. “Saya bisa menerima banyak hal sebagai pesepak bola profesional, tetapi… saya meminta orang-orang berhenti mengirimkan ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya,” tulisnya. Haye menegaskan sepak bola tidak seharusnya berubah menjadi ancaman terhadap keselamatan keluarga pemain. “Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu,” tambahnya.

Di akhir pesannya, Haye mengajak semua pihak ikut memperbaiki ekosistem sepak bola nasional agar lebih sehat bagi pemain maupun suporter. “Mari kita bangun lingkungan sepak bola yang lebih baik secara bersama-sama demi para pemain, suporter, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tulisnya. 

Berita Terkait