21 January 2026, 21:15

Viral WNI Berhijab Pakai Seragam “US Army”, Disebut Gabung National Guard—Ini Syarat Umum Rekrutmen untuk Non-Warga AS

Media sosial diramaikan video yang memperlihatkan seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) mengenakan hijab dan seragam militer bertuliskan “US Army”.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,949
Viral WNI Berhijab Pakai Seragam “US Army”, Disebut Gabung National Guard—Ini Syarat Umum Rekrutmen untuk Non-Warga AS
Viral video WNI bernama Syifa jadi tentara AS. Foto: Instagram/@bunda_kesidaa

JAKARTA, Perspektif.co.id -  Media sosial diramaikan video yang memperlihatkan seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) mengenakan hijab dan seragam militer bertuliskan “US Army”. Video itu disebut pertama kali diunggah akun Instagram @bunda_kesidaa, menampilkan momen keluarga mengantarkan sang putri di bandara di Amerika Serikat sebelum keberangkatan. Dalam video tersebut, sang ibu terlihat memberi doa dan semangat menjelang sang anak berangkat. 

Sejumlah pemberitaan menyebut perempuan dalam video itu bernama Syifa. Ia disebut bergabung dengan National Guard (Garda Nasional) yang berada dalam struktur Angkatan Darat AS (Army National Guard). Namun, detail lokasi penugasan dan unitnya belum dipublikasikan secara rinci dalam unggahan yang beredar luas. 

Viralnya video tersebut memicu beragam respons warganet—mulai dari rasa penasaran soal latar belakang hingga pertanyaan tentang syarat dan jalur rekrutmen, terutama bagi mereka yang bukan warga negara AS. Dalam laporan MetroTVNews, warganet juga mempertanyakan status kewarganegaraan dan proses yang ditempuh hingga Syifa dapat masuk ke militer AS. 

Dari sisi ketentuan umum, pemerintah AS menjelaskan bahwa warga non-AS pada dasarnya dapat mendaftar militer apabila memenuhi syarat tertentu. Salah satu rujukan yang kerap dipakai adalah laman FAQ U.S. Army yang menyatakan pendaftaran non-warga “limited to those foreign nationals who are legally residing in the United States” serta memiliki kartu penduduk tetap (Green Card), dan pelamar “must speak, read and write English fluently.” 

Selain status tinggal yang sah, batas usia rekrutmen juga menjadi syarat dasar. USAGov mencantumkan rentang usia pendaftaran aktif untuk Army 17–35 tahun, sementara cabang lain bervariasi (misalnya Air Force 17–42; Coast Guard 17–41; Navy 17–41; Space Force 17–42; Marine Corps 17–28). 

Pelamar juga wajib mengikuti tes seleksi kemampuan dasar ASVAB (Armed Services Vocational Aptitude Battery). USAGov menyebut setiap orang yang ingin bergabung harus mengikuti ASVAB, dan masing-masing matra menetapkan skor minimum sendiri, dengan hasil tes turut memengaruhi penempatan pekerjaan/militer okupasi yang bisa diambil. 

Sorotan publik juga mengarah pada aspek keberagaman, termasuk penggunaan hijab di lingkungan militer AS. Sejumlah sumber menyebut militer AS memiliki kebijakan akomodasi atribut keagamaan sepanjang tidak mengganggu tugas dan keselamatan. (https://www.metrotvnews.com) Dari sisi regulasi internal, dokumen Army Directive 2017-03 yang menjadi rujukan perubahan standar seragam dan grooming memuat ketentuan hijab untuk prajurit yang memperoleh akomodasi keagamaan. Salah satu poinnya menyebut prajurit yang diakomodasi dapat memakai hijab berbahan “subdued” dengan warna yang menyerupai seragam, dikenakan rapi dan profesional, serta tetap kompatibel dengan kebutuhan keselamatan dan perlengkapan dinas.

Dalam pemberitaan Okezone, video tersebut juga memperlihatkan sisi emosional keluarga saat melepas keberangkatan Syifa. Seragam “US Army” tampak di dada kiri, sementara sang ibu memberi dukungan dan doa sebelum putrinya berangkat menjalankan tugas. 

Berita Terkait