06 December 2025, 13:36

Cek Status Kesejahteraan Keluarga via Desil DTSEN BPS, BLT Rp900 Ribu Bisa Ketahuan dari Aplikasi Ini

Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Masyarakat (BLT Kesra) senilai Rp900 ribu untuk tiga bulan.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,005
Cek Status Kesejahteraan Keluarga via Desil DTSEN BPS, BLT Rp900 Ribu Bisa Ketahuan dari Aplikasi Ini
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) mulai melakukan pengecekan lapangan atau ground check

Perspektifcoid - Mengetahui posisi kesejahteraan keluarga dalam data resmi pemerintah kini kian mudah. Selain lewat situs Kementerian Sosial (Kemensos), masyarakat dapat mengecek peringkat ekonomi rumah tangganya melalui sistem desil DTSEN Badan Pusat Statistik (BPS) yang kini banyak digunakan sebagai salah satu acuan penyaluran bantuan sosial, termasuk Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Masyarakat (BLT Kesra) senilai Rp900 ribu untuk tiga bulan.

Sistem desil memetakan penduduk ke dalam sepuluh kelompok kesejahteraan, dari yang paling miskin hingga yang paling sejahtera, berdasarkan serangkaian indikator sosial ekonomi. Informasi ini dapat diakses langsung lewat aplikasi resmi “Cek Bansos” milik Kemensos yang terhubung dengan basis data DTSEN.

“Melalui aplikasi Cek Bansos, keluarga dapat memantau sendiri status kesejahteraan dan posisinya di dalam sistem desil yang digunakan pemerintah sebagai rujukan program bantuan,” bunyi penjelasan dalam panduan resmi aplikasi tersebut.

Dalam konteks penyaluran BLT Kesra yang masih berjalan hingga akhir tahun, kemampuan mengecek status desil menjadi krusial. Warga dapat memastikan apakah rumah tangganya tercatat sebagai kelompok rentan atau miskin, sekaligus meminimalkan kesalahpahaman terkait penerimaan bantuan dan status data kependudukan.

Secara konsep, desil merupakan metode pengelompokan tingkat kesejahteraan dengan membagi seluruh penduduk menjadi sepuluh lapisan ekonomi yang berurutan. Dalam data DTSEN BPS, pengelompokan tersebut disusun mulai dari rumah tangga dengan kemampuan ekonomi paling rendah hingga kelompok paling kaya. Adapun pembagian 10 desil DTSEN secara garis besar sebagai berikut:

• Desil 1 dikategorikan sebagai kelompok sangat miskin, yakni sekitar 10 persen penduduk dengan kondisi ekonomi paling rentan atau miskin ekstrem.
• Desil 2 termasuk kelompok miskin yang masih menghadapi keterbatasan serius dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
• Desil 3 didefinisikan sebagai hampir miskin, yakni rumah tangga yang sedikit di atas garis kemiskinan namun sangat rentan kembali jatuh miskin.
• Desil 4 digolongkan sebagai rentan miskin, umumnya masih bergantung pada bantuan atau pekerjaan informal yang tidak stabil.
• Desil 5 merupakan kelompok menengah bawah dengan kondisi yang relatif lebih stabil dibanding empat desil sebelumnya.
• Desil 6 masuk kategori menengah, dengan daya beli dan akses layanan publik yang sudah lebih baik.
• Desil 7 disebut menengah atas, umumnya memiliki pendapatan cukup tinggi dan relatif aman secara finansial.
• Desil 8 termasuk golongan mapan dengan aset dan penghasilan yang kuat.
• Desil 9 digolongkan sebagai kaya.
• Desil 10 berada pada kelompok sangat kaya, yakni lapisan teratas dalam distribusi kesejahteraan penduduk.

Penempatan rumah tangga pada masing-masing desil ditentukan melalui beragam indikator yang dihimpun BPS. Penilaian tidak hanya melihat besar kecilnya pendapatan, tetapi juga kondisi fisik tempat tinggal, akses terhadap air bersih dan sanitasi, kepemilikan aset produktif, kemudahan mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, hingga komposisi anggota keluarga dan besarnya tanggungan.

Dengan pendekatan tersebut, desil DTSEN membantu pemerintah mengidentifikasi kelompok mana yang paling membutuhkan intervensi, termasuk untuk program bantuan sosial reguler maupun skema baru seperti BLT Kesra.

Bagi warga yang ingin mengetahui apakah keluarganya masuk kategori sangat miskin, rentan, menengah, atau justru telah berada pada lapisan mapan, pemerintah menyediakan saluran resmi melalui aplikasi “Cek Bansos”. Aplikasi ini menampilkan data DTKS dan DTSEN secara terintegrasi sehingga masyarakat dapat mengakses informasi yang sama dengan yang digunakan oleh kementerian dan pemerintah daerah.

Langkah untuk mengecek NIK dan desil DTSEN lewat aplikasi Cek Bansos cukup sederhana. Pertama, pengguna perlu mengunduh aplikasi “Cek Bansos” melalui Google Play Store bagi pemilik ponsel Android, atau App Store untuk pengguna iOS. Setelah diunduh dan terpasang, aplikasi dapat langsung dibuka di perangkat.

Bagi masyarakat yang baru pertama kali menggunakan, tahap berikutnya adalah membuat akun baru. Pengguna diminta memilih menu “Buat Akun Baru” dan mengisi data pribadi sesuai dengan identitas yang tercantum dalam KTP, termasuk nama lengkap, NIK, alamat, serta data lain yang diminta sistem. Pada tahap ini, pengguna juga diminta membuat username dan password yang akan digunakan sebagai kredensial saat login di kemudian hari.

Setelah proses pendaftaran selesai dan akun dinyatakan aktif, pengguna dapat kembali membuka aplikasi dan masuk dengan memasukkan username serta password yang telah dibuat. Di halaman utama, aplikasi menampilkan sejumlah menu utama dan informasi profil yang berkaitan dengan data kepesertaan bantuan sosial.

Untuk mengakses data DTSEN, pengguna dapat memilih menu “Profil”. Di bagian ini, akan muncul informasi mengenai data keluarga yang tercatat dalam sistem, termasuk identitas kepala keluarga, anggota rumah tangga, dan status pencatatan di basis data kesejahteraan. Selanjutnya, pengguna dapat menekan menu “Peringkat Kesejahteraan Keluarga” untuk melihat kategori desil yang disematkan kepada rumah tangga tersebut di dalam sistem DTSEN BPS.

Melalui fitur ini, masyarakat bisa mengetahui apakah rumah tangganya tercatat sebagai penerima potensial bantuan yang menyasar kelompok sangat miskin, miskin, hampir miskin, atau justru masuk kategori menengah dan atas yang relatif tidak menjadi prioritas program perlindungan sosial. Transparansi informasi ini diharapkan mengurangi kesalahpahaman di lapangan, sekaligus mendorong pemutakhiran data jika terdapat ketidaksesuaian antara kondisi riil dan catatan administrasi.

Ke depan, desil DTSEN dan aplikasi Cek Bansos diprediksi akan semakin berperan penting dalam arsitektur kebijakan sosial pemerintah. Dengan basis data terpadu, penyaluran program seperti BLT Kesra, bantuan pangan, hingga program subsidi lainnya dapat diarahkan lebih tepat sasaran ke keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Berita Terkait