21 December 2025, 17:38

Cuaca Ekstrem Bikin Pelabuhan Merak Tersendat, Kemenhub Terapkan Delaying System hingga Tambah Kapal Besar

Antrean mengular karena kapal mengalami kesulitan sandar di dermaga saat gelombang tinggi dan angin kencang

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
2,351
Cuaca Ekstrem Bikin Pelabuhan Merak Tersendat, Kemenhub Terapkan Delaying System hingga Tambah Kapal Besar
Ilustrasi. Foto udara mobil pemudik antre menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (28/3). (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Perspektif.co.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap cuaca ekstrem di perairan Selat Sunda mengganggu operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten, dan memicu penumpukan kendaraan pada Minggu (21/12/2025). Antrean mengular karena kapal mengalami kesulitan sandar di dermaga saat gelombang tinggi dan angin kencang terjadi, sehingga proses bongkar-muat tidak berjalan optimal. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menuturkan hambatan utama terjadi ketika kapal hendak merapat. “Gangguan cuaca ekstrem berdampak langsung pada operasional kapal, terutama saat sandar di dermaga, sehingga memicu penumpukan kendaraan di area pelabuhan,” ujar Aan saat meninjau kondisi di Pelabuhan Merak.

Gangguan cuaca ini sejalan dengan prakiraan maritim BMKG untuk perairan selatan Banten yang menunjukkan kondisi gelombang kategori sedang, disertai peringatan potensi gelombang lebih tinggi dalam periode beberapa hari ke depan. BMKG mencatat gelombang sekitar 2 meter dengan peringatan potensi gelombang sedang hingga sekitar 2,4 meter pada perairan terkait, disertai angin yang dapat bertiup hingga belasan knot dengan hembusan lebih kencang. )

Selain faktor cuaca, Kemenhub mencatat adanya lonjakan permintaan jasa penyeberangan, terutama dari kendaraan angkutan logistik, yang ikut menambah volume kendaraan menuju Pelabuhan Merak. Untuk mengurai kepadatan, Ditjen Perhubungan Darat berkoordinasi dengan Kepolisian, BPTD Kelas II Banten, KSOP Kelas I Banten, serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). 

Aan menjelaskan, langkah pengendalian lalu lintas di kawasan pelabuhan diperkuat dengan skema pengaturan arus. “Kami turut mengoptimalkan penerapan delaying system, buffer zone, dan penyekatan kendaraan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penyeberangan,” katanya. 

Kemenhub juga menyebut penambahan kapal berkapasitas besar di setiap dermaga telah dilakukan sejak 18 Desember 2025 dini hari sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran layanan saat arus Nataru meningkat. Selain itu, delaying system diberlakukan ketika gangguan cuaca memasuki level Peringatan Dini I dan Peringatan Dini II. 

Di sisi pengguna jasa, ASDP memastikan tiket penyeberangan tetap aman selama kebijakan penundaan diberlakukan akibat cuaca buruk. Kemenhub menyampaikan tiket tidak akan kedaluwarsa selama penerapan delaying system, sehingga pengguna jasa tidak perlu melakukan pembelian ulang hanya karena jadwal bergeser akibat faktor keselamatan pelayaran. 

Kemenhub mengimbau masyarakat—terutama yang akan melakukan perjalanan lintas Merak–Bakauheni—untuk memantau informasi cuaca secara berkala dan menyiapkan rencana perjalanan yang lebih fleksibel selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas, termasuk bila kondisi gelombang dan angin mengharuskan operasional penyeberangan berjalan lebih terbatas. 

Berita Terkait