Perspektif.co.id - Menjelang pertandingan sarat gengsi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta, Polres Purwakarta mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan menggelar silaturahmi bersama pengurus suporter kedua tim. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini agar rivalitas tidak berkembang menjadi konflik di luar lapangan hijau.
Kegiatan silaturahmi tersebut dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 14.15 WIB hingga 14.45 WIB di Ruang Kerja Kapolres Purwakarta. Pertemuan dipimpin langsung oleh Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya yang didampingi Kasat Intelkam Polres Purwakarta AKP Seftika Agreda serta Kanit IV Kamneg IPTU Andun Sofyan.
Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Viking Distrik Purwakarta dan The Jakmania Purwakarta. Dari Viking hadir Sdr. Rizki yang akrab disapa “Bule” selaku Ketua Viking Distrik Purwakarta, Sdr. Jajang Mulyana alias Anot selaku Humas Viking Purwakarta, sementara dari The Jakmania hadir Sdr. Reyhan selaku Ketua The Jakmania Purwakarta, Sdr. Adam, serta Sdr. Rizal dari The Jakmania Bungursari–Cikopo.
Dalam arahannya, Kapolres Purwakarta menekankan bahwa pengamanan pertandingan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas suporter. Ia menegaskan bahwa rivalitas antarsuporter seharusnya cukup terjadi di dalam stadion dan tidak dibawa ke kehidupan sosial sehari-hari. “Rivalitas cukup terjadi di dalam lapangan, sementara di luar stadion seluruh elemen masyarakat tetap harus menjunjung tinggi persatuan dan kedamaian,” ujar AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya.
Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola memiliki dampak yang luas, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga memengaruhi stabilitas keamanan dan dinamika sosial. Karena itu, komunikasi yang baik antara kepolisian dan komunitas suporter dinilai menjadi kunci untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, silaturahmi semacam ini penting untuk memastikan situasi Purwakarta tetap kondusif sebagaimana yang telah terjaga selama ini.
Kapolres menambahkan, aktivitas suporter seperti nonton bareng maupun konvoi, apabila dilakukan, harus tetap mematuhi aturan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Ia mengapresiasi hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara Viking dan The Jakmania di wilayah Purwakarta, yang dinilai menjadi contoh positif bagi daerah lain. “Kami berharap kebersamaan ini terus dijaga agar Purwakarta tetap aman, damai, dan terbebas dari konflik suporter,” katanya.
Perwakilan Viking Distrik Purwakarta menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Mereka memastikan tidak akan menggelar kegiatan nonton bareng di wilayah Purwakarta. Untuk rencana menonton langsung pertandingan di stadion, Viking Distrik Purwakarta berencana menggunakan beberapa unit bus dan kendaraan travel dengan tiket resmi sebagai bentuk komitmen terhadap ketertiban dan keselamatan.
Sementara itu, perwakilan The Jakmania Purwakarta menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan nonton bareng yang selama ini dilaksanakan di wilayah Sadang berjalan dengan tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga ketertiban dan tidak terpancing euforia berlebihan yang dapat merugikan semua pihak,” ungkap perwakilan The Jakmania.
Melalui pertemuan tersebut, Polres Purwakarta berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu, bukan pemicu perpecahan. Seluruh elemen suporter diajak untuk menjadikan pertandingan Persib vs Persija sebagai ajang sportivitas, kebersamaan, dan kedewasaan dalam mendukung tim kesayangan.
Pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta sendiri dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung. Laga ini selalu menyedot perhatian besar publik dan kerap diwarnai tensi tinggi, sehingga pengamanan dan kesiapan seluruh pihak menjadi sangat krusial.