22 December 2025, 18:59

Menteri Israel Usul Penjara Tahanan Palestina Dikepung Buaya.

Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, mengusulkan gagasan tak lazim: membangun fasilitas penahanan bagi tahanan Palestina

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,560
Menteri Israel Usul Penjara Tahanan Palestina Dikepung Buaya.
Menteri sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir (kanan). Foto: Maya Alleruzzo / POOL / AFP

Perspektif.co.id - Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, mengusulkan gagasan tak lazim: membangun fasilitas penahanan bagi tahanan Palestina yang “dikelilingi buaya” untuk mencegah upaya pelarian. Usulan itu mencuat setelah media Israel melaporkan proposal Ben-Gvir tengah ditelaah otoritas penjara.

Sejumlah laporan menyebut proposal tersebut disampaikan Ben-Gvir kepada Kepala Layanan Penjara Israel, Komisaris Kobi Yaakobi, dan mengarah pada pembangunan penjara berkeamanan tinggi di kawasan Hamat Gader, wilayah utara Israel yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan dan perbatasan Israel–Yordania. 

Channel 13, sebagaimana dikutip sejumlah media, menyebut otoritas penjara meninjau “proposal tak biasa” itu yang menyerukan pusat penahanan “dikelilingi buaya” guna memperketat pengamanan.

Lokasi yang diusulkan, Hamat Gader, dikenal sebagai area wisata pemandian air panas dan juga memiliki keberadaan reptil (termasuk buaya/aligator) yang kerap disebut dalam pemberitaan terkait. Ben-Gvir menilai elemen “parit buaya” dapat menjadi lapis pengamanan tambahan bagi fasilitas yang ditujukan untuk tahanan keamanan. 

Mencuatnya usulan ini terjadi di tengah sorotan terhadap kebijakan penahanan Israel dan situasi para tahanan Palestina. Sejumlah laporan organisasi dan pemberitaan internasional menyoroti meningkatnya isu perlakuan terhadap tahanan sejak pecahnya perang Gaza.

Ben-Gvir juga mendorong agenda lain di ranah legislasi. Usulan “penjara dikelilingi buaya” disebut muncul seiring rencana parlemen Israel (Knesset) membahas rancangan aturan terkait hukuman mati bagi tahanan Palestina yang dituduh terlibat serangan terhadap Israel—yang sebelumnya telah lolos pembahasan awal dan masih memerlukan tahapan lanjutan sebelum menjadi undang-undang. 

Di sisi lain, langkah tersebut menuai kritik. Sejumlah pihak menilai gagasan itu bersifat dehumanisasi, memperburuk tensi, dan menunjukkan pendekatan keamanan yang kian ekstrem ketimbang perbaikan proses hukum maupun pengawasan yang akuntabel.

Sementara itu, data soal jumlah tahanan Palestina di penjara Israel bervariasi tergantung sumber dan definisi kategori penahanan. Lembaga HAM Israel HaMoked, misalnya, memuat pembaruan statistik yang mencatat ribuan tahanan Palestina dalam berbagai status—termasuk tahanan tanpa pengadilan (administrative detention) dan kategori lain. 

Perdebatan tentang kebijakan penahanan ini juga tak terlepas dari konteks konflik yang lebih luas. Laporan PBB dan media internasional dalam beberapa bulan terakhir menyoroti tudingan pelanggaran terhadap tahanan serta menyerukan reformasi dan perlindungan yang lebih kuat, terutama bagi kelompok rentan. 

Hingga kini, belum ada kepastian apakah proposal “penjara dikelilingi buaya” benar-benar akan dieksekusi sebagai proyek fisik, atau berhenti pada wacana internal. Namun, kemunculannya sudah lebih dulu memantik gelombang reaksi—baik dukungan dari sebagian pendukung garis keras, maupun kecaman dari kelompok HAM dan aktivis.

Berita Terkait