02 January 2026, 19:53

Misteri Sekeluarga Tewas di Warakas Jakut: Mulut Berbusa, Tubuh Melepuh, Polisi Tunggu Hasil Lab

Polisi masih menyelidiki kematian tiga orang sekeluarga yang ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakan kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,153
Misteri Sekeluarga Tewas di Warakas Jakut: Mulut Berbusa, Tubuh Melepuh, Polisi Tunggu Hasil Lab
Kanit Resmob Polres Metro Jakut Iptu Seno Adji (Devi Puspitasari/detikcom)

JAKARTA,Perspektif.co.id - Polisi masih menyelidiki kematian tiga orang sekeluarga yang ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakan kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (1/1/2026) malam. Dari pemeriksaan awal di lokasi, aparat menyebut ada tanda-tanda yang mengarah pada dugaan keracunan, di antaranya mulut berbusa dan kondisi tubuh korban yang melepuh

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Seno Adji mengatakan, secara kasatmata ditemukan kondisi melepuh pada tubuh para korban. “Secara kasatmata, ada (kondisi tubuh melepuh). Di sekitar tubuh saja,” ujar Seno kepada wartawan di lokasi, Jumat (2/1/2026). 

Namun demikian, Seno menegaskan polisi belum bisa menjelaskan penyebab melepuhnya tubuh korban dan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. “Untuk lebih dalamnya, yang bisa menjawab nanti lebih dari itu. Hanya yang di jenazah saja (tubuh melepuh),” katanya.

Sebelumnya, polisi juga menyampaikan temuan awal bahwa mulut ketiga korban mengeluarkan busa. “Dari pemeriksaan awal, dari kasatmata, keluar busa dari ketiga mayat tersebut,” ujar Seno, sebagaimana dikutip dari laporan yang bersumber dari Antara.

Polisi menyebut ketiga korban merupakan satu keluarga dan ditemukan di ruangan yang berbeda di dalam kontrakan. “Ketiga korban tersebut merupakan satu keluarga yang tinggal di sebuah kontrakan,” kata Seno. Ia menambahkan, “Ada yang di kamar dan ada yang di ruang tamu.” 

Warga setempat juga memaparkan kronologi awal penemuan. Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Warakas, Zen, mengatakan yang pertama kali mengetahui kondisi korban adalah seorang anak korban yang baru pulang kerja dan berteriak memanggil ketua RT. “Jadi si Dafi baru pulang kerja, terus teriak ‘Pak RT, Pak RT’. Posisi saya datang pas Dafi teriak-teriak,” ujar Zen. 

Menurut Zen, peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Korban meninggal dunia disebut terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya, sementara ada satu anak lain yang selamat dan dibawa untuk mendapat perawatan medis. 

Polisi memastikan satu korban selamat masih dirawat dan menunggu hasil pemeriksaan medis serta laboratorium. “Yang dirawat saat ini masih dalam penanganan medis oleh kedokteran. Masih menunggu hasil-hasil laboratorium dan lainnya,” kata Seno. Ia menyebut kondisi korban selamat “cukup stabil.” 

Sejalan dengan proses penyelidikan, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Dari lokasi tersebut, tim Labfor mengambil sampel, termasuk cairan dalam botol air mineral. Pantauan di lokasi menyebut tim datang pada Jumat (2/1/2026) sore dan menyelesaikan pengambilan sampel sekitar petang. 

Selain botol air mineral, di lokasi juga tampak barang lain yang diambil untuk kepentingan pemeriksaan. Disebutkan ada plastik yang berisi material seperti serbuk dan gula. Temuan-temuan itu akan diuji untuk memperjelas penyebab kematian maupun kemungkinan paparan zat tertentu di lokasi. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan jenazah para korban telah dibawa ke RS Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan korban selamat dirawat di rumah sakit daerah. “Saat ini tiga jenazah dibawa ke RS Polri untuk dilakukan autopsi dan satu orang yang selamat dirawat di RSUD Koja,” ujar Budi Hermanto. Ia menegaskan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan meminta publik tidak berspekulasi.

Berita Terkait