Perspektif.co.id - Kepolisian memastikan peristiwa yang menimpa lima karyawan ekspedisi di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak dapat langsung dikategorikan sebagai penyekapan seperti yang ramai beredar di media sosial. Video yang sempat viral tersebut kini memicu penelusuran aparat setelah muncul dugaan adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap para pekerja.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Handam Samudro mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan alat bukti sementara, tidak ditemukan unsur penyekapan sebagaimana narasi yang berkembang di ruang publik.
“Berdasarkan alat bukti sementara kami belum bisa mengkategorikan demikian,” ujar Handam saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Handam menjelaskan, ketika petugas mendatangi lokasi gudang ekspedisi yang disebut-sebut menjadi tempat penyekapan, kondisi di lapangan tidak menunjukkan adanya tindakan pengurungan paksa. Lima karyawan tersebut berada di dalam ruang kerja bersama pihak manajemen dan petugas keamanan perusahaan.
“Pada saat anggota kami ke TKP, posisi mereka berada di ruang kerja bersama pihak manajemen dan security. Posisi ruangan juga tidak terkunci,” katanya.
Menurut Handam, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan internal perusahaan, yakni penggelapan barang yang melibatkan sopir ekspedisi. Akibat kejadian itu, pihak perusahaan harus menanggung kerugian dan mengganti klaim konsumen, sehingga meminta pertanggungjawaban kepada karyawan terkait.
“Dikarenakan pihak ekspedisi mengganti kerugian kepada konsumen maka pihak ekspedisi meminta pertanggungjawaban kepada karyawan-karyawan ini,” ucap Handam.
Setelah menerima aduan melalui call center Polri 110 terkait dugaan penyekapan, polisi langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Namun, hasil penelusuran tidak menemukan peristiwa sebagaimana yang dinarasikan dalam unggahan media sosial. Pihak perusahaan dan keluarga para karyawan kemudian melakukan komunikasi dan sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
“Terjadi komunikasi antara pihak ekspedisi dengan karyawan dan mereka sepakat menempuh jalur kekeluargaan,” ujarnya.
Handam juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan polisi resmi yang dibuat oleh keluarga lima karyawan tersebut, baik di tingkat Polsek maupun Polres.
“Laporan call center Polri 110-nya terkait dugaan penyekapan, namun secara resmi keluarga tidak ada yang membuat laporan polisi di Polsek ataupun Polres,” tutur Handam.
Meski demikian, kepolisian menyatakan tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, baik terkait dugaan penggelapan barang maupun kemungkinan adanya unsur pidana lain, termasuk dugaan penyekapan.
Sebelumnya, sebuah video yang diunggah akun Instagram @simpul.kepri viral dan menyebut adanya dugaan penyekapan lima karyawan ekspedisi di Sunter pada Minggu (8/2/2026). Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang karyawan terbaring tidur sementara tiga lainnya duduk di antara tumpukan kardus di dalam gudang. Mereka mengenakan seragam merah dan tampak lemas.
Dalam video itu, perekam sempat menanyakan kondisi para karyawan. “Udah berapa hari, pak?” tanya perekam. Salah satu karyawan menjawab, “Kemarin.” Saat ditanya soal makanan, dua karyawan terdengar mengatakan belum menerima makan.