08 January 2026, 15:39

Wanita “Pramugari” Batik Air Bikin Heboh: Lolos Terbang Palembang–Jakarta, Baru Ketahuan Setelah Diinterogasi

Aksi seorang penumpang Batik Air mendadak ramai dibicarakan warganet setelah videonya viral di media sosial.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Zainur Akbar
1,466
Wanita “Pramugari” Batik Air Bikin Heboh: Lolos Terbang Palembang–Jakarta, Baru Ketahuan Setelah Diinterogasi
Foto: Tangkapan layar video wanita meminta maaf usai nyamar jadi pramugari Batik Air. (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)

Perspektif.co.id - Aksi seorang penumpang Batik Air mendadak ramai dibicarakan warganet setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, penumpang perempuan itu tampak berdandan rapi dengan rambut disanggul serta mengenakan busana yang menyerupai seragam pramugari Batik Air. Penampilannya membuat banyak orang mengira ia benar-benar awak kabin, terlebih karena disebut sempat lolos menumpang penerbangan dari Palembang menuju Jakarta. 

Kejadian tersebut kemudian berujung pada pemeriksaan aparat kepolisian bandara. Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian membenarkan adanya laporan terkait dugaan “pramugari gadungan” yang menggunakan seragam mirip pramugari Batik Air. Peristiwa itu dilaporkan ke Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1) sekitar pukul 22.00 WIB. 

Menurut Septian, informasi awal diterima setelah ada laporan masyarakat soal seorang perempuan yang diduga memakai atribut pramugari saat melakukan penerbangan Batik Air. “Piket Satreskrim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya satu orang wanita yang diduga pramugari gadungan memakai seragam maskapai Batik Air pada saat melakukan penerbangan Pesawat Batik Air ID 7058 rute Palembang (PLM)-Jakarta (CGK) pukul 18.20 WIB,” jelas Ipda Septian dalam keterangan yang disampaikan Kamis (8/1/2026).

Septian menyebut, dugaan penyamaran itu mulai tercium saat penumpang tersebut berada di dalam penerbangan. Perempuan yang belakangan diketahui bernama Khairun Nisa itu sempat ditegur oleh cabin crew Batik Air karena busana yang dipakai menimbulkan kecurigaan. Salah satu yang disorot adalah perbedaan corak rok yang dikenakan dengan seragam resmi yang biasa digunakan awak kabin. 

“Wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh cabin crew pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok pramugari Batik yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh perusahaan PT Lion Grup,” ujar Septian. Dari situ, awak kabin kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Aviation Security (Avsec) untuk penanganan lebih lanjut. 

Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, prosedur pengamanan dilakukan usai penumpang turun. Khairun Nisa selanjutnya dibawa ke kantor kepolisian bandara untuk kepentingan penyelidikan. “Setelah proses turun penumpang, Saudari Khairun Nisa dibawa ke kantor Polresta Bandara Soetta guna penyelidikan lebih lanjut,” tutur Septian. 

Dalam penanganan kasus ini, Septian menegaskan perempuan tersebut tidak sampai ditahan. Kepolisian juga menyebut maskapai tidak menempuh jalur hukum. “Intinya yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut,” pungkasnya. 

Kejadian ini pun kembali menyorot pentingnya prosedur keamanan penerbangan, termasuk kewaspadaan petugas terhadap penggunaan atribut yang menyerupai identitas atau seragam profesi tertentu di lingkungan bandara maupun di dalam pesawat. Meski berujung tanpa penahanan dan tanpa proses hukum dari pihak maskapai, peristiwa ini memicu perhatian luas publik karena penumpang berseragam mirip pramugari disebut sempat melakukan perjalanan hingga tiba di tujuan sebelum akhirnya diamankan. 

Berita Terkait