23 February 2026, 14:10

Ngeri di Jam Berangkat Kerja! Dua TransJ “Adu Banteng” di Jalur Langit Koridor 13, 23 Penumpang Terluka

Insiden tabrakan “adu banteng” dua bus Transjakarta terjadi di jalur layang atau “jalur langit” Koridor 13 kawasan Cipulir–Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
634
Ngeri di Jam Berangkat Kerja! Dua TransJ “Adu Banteng” di Jalur Langit Koridor 13, 23 Penumpang Terluka
Kecelakaan bus Transjakarta di jalur langit Kebayoran Lama. (Foto: Doc. JKT Creative / Rwicaksono998)

Perspektif.co.id - Insiden tabrakan “adu banteng” dua bus Transjakarta terjadi di jalur layang atau “jalur langit” Koridor 13 kawasan Cipulir–Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi di jam sibuk berangkat kerja itu mengakibatkan puluhan penumpang mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kepolisian menyatakan total korban luka yang sudah terdata mencapai 23 orang. “Korban saat ini terdata 23 orang dan kondisi luka ringan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (23/2/2026). Para korban merupakan penumpang bus Transjakarta yang melaju dari Cipulir menuju Kebayoran Lama dan saat ini telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan. 

Proses evakuasi dilakukan bersamaan dengan penanganan di lokasi kejadian. “Saat ini petugas lalu lintas sedang mengevakuasi korban ke RS terdekat untuk pemulihan dan lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan pengaturan lalu lintas,” ujar Budi. Petugas kepolisian juga melakukan pengamanan area dan pengaturan arus untuk memastikan proses penanganan berjalan serta meminimalkan dampak kemacetan di sekitar titik kecelakaan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan, bus yang mengangkut penumpang dari arah Cipulir menuju Kebayoran Lama saat itu berada dalam kondisi sarat penumpang karena bertepatan dengan jam masuk kerja. “Luka 23 orang dialami penumpang dari Cipulir ke Kebayoran, posisi penuh karena mau berangkat kerja,” kata Ojo. Dari jumlah tersebut, dua orang mengalami luka lebih serius berupa patah tulang. “Dua orang patah tulang, dibawa ke RS Sari Asih, Ciledug,” ujarnya.

Menurut keterangan kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB dan melibatkan dua armada yang melaju berlawanan arah. Bus Transjakarta Bianglala yang dikemudikan pria berinisial Y bergerak dari Kebayoran menuju Cipulir, sementara bus Transjakarta Mayasari Bakti yang dikemudikan A melaju dari Cipulir ke arah Kebayoran. Ojo menyebut Y mengaku mengantuk hingga kendaraan keluar dari lajurnya dan masuk ke jalur bus dari arah berlawanan. “Persis jam 07.15 WIB Saudara Y mengaku tertidur, ngantuk, akhirnya bus yang dikemudikan Y lari ke jalur Saudara A. Mungkin karena kelelahan,” jelas Ojo. 

Di sisi operator, Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan kecelakaan melibatkan armada operator BMP 263 dan MYS 17100 di Koridor 13, ruas Swadarma arah Cipulir. “Transjakarta memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden kecelakaan yang melibatkan armada bus operator BMP 263 dan MYS 17100 di Koridor 13 (ruas Swadarma arah Cipulir), pagi ini,” kata Ayu saat dihubungi, Senin (23/2). 

Ayu menegaskan fokus utama perusahaan adalah keselamatan pelanggan, termasuk mempercepat evakuasi penumpang dari lokasi kejadian. “Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan pelanggan. Petugas telah melakukan evakuasi cepat ke halte terdekat, dan pelanggan yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya masih mengkonsolidasikan data terkait penumpang dan rincian korban, seiring proses penanganan di lapangan berjalan. 

Berita Terkait