Perspektif.co.id - Marc Klok menyampaikan pesan emosional kepada Bobotoh setelah Persib Bandung dipastikan gagal melanjutkan langkah di AFC Champions League Two (ACL 2) musim ini. Kekalahan agregat 1-3 dari Ratchaburi membuat Maung Bandung harus mengubur ambisi melaju ke babak perempat final.
Perjalanan Persib di kompetisi Asia resmi berakhir meski sempat meraih kemenangan pada leg kedua. Hasil tersebut tak cukup untuk membalikkan keadaan setelah tertinggal pada pertemuan sebelumnya. Kegagalan itu menyisakan kekecewaan mendalam, baik bagi pemain maupun suporter.
Sejumlah Bobotoh tampak meluapkan emosi seusai laga. Beberapa suporter bahkan terlihat turun dari tribun dan berlari ke lapangan. Insiden tersebut berpotensi memunculkan sanksi dari AFC, selain kegagalan Persib menembus delapan besar.
Di tengah situasi tersebut, Klok mengunggah pesan reflektif melalui media sosial. Gelandang naturalisasi itu menekankan bahwa kebanggaan atas pencapaian Persib di level Asia tidak akan pudar meski langkah mereka terhenti.
“Hari ini, perjalanan kami di ACL 2 berakhir. Tapi kebanggaan ini tidak akan pernah berakhir. Kita telah melangkah ke Asia. Kita telah bertarung sampai akhir. Kita telah membawa nama Persib ke level yang lebih tinggi. Ini adalah sejarah. Tidak semua tim memiliki kesempatan ini. Tidak semua tim memiliki kekuatan ini. Tidak semua tim memiliki Bobotoh seperti kami,” tulis Klok.
Ia juga menegaskan pentingnya peran suporter dalam perjalanan tim sepanjang kompetisi.
“Kalian adalah jantung dari perjalanan ini. Kalian adalah alasan kami percaya bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar. Kami bangga dengan perjalanan ini. Dan kami bangga berjalan bersama kalian. Ini bukan akhir. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju sesuatu yang lebih besar. Kami akan kembali. Bersama kalian. Hatur nuhun, bobotoh,” lanjutnya.
Unggahan tersebut mendapat respons dari sejumlah rekan setim, termasuk Thom Haye dan Adam Alis, yang memberikan dukungan melalui kolom komentar dengan berbagai emoji.
Klok sendiri tidak tampil dalam dua leg menghadapi Ratchaburi akibat cedera. Absennya sang kapten menjadi salah satu kehilangan penting bagi Persib dalam laga penentuan tersebut.
Dengan tersingkirnya dari ACL 2, fokus Persib kini sepenuhnya beralih ke kompetisi domestik Super League. Maung Bandung akan berupaya bangkit dan menjaga konsistensi performa di sisa musim demi mempertahankan daya saing di level nasional.