22 November 2025, 03:09

Surat Minta Gus Yahya Mundur Heboh, Gus Ipul: “Tetap Tenang, Ikuti Info Resmi Syuriah PBNU”

KH Yahya Cholil Staquf diminta mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,300
Surat Minta Gus Yahya Mundur Heboh, Gus Ipul: “Tetap Tenang, Ikuti Info Resmi Syuriah PBNU”
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memberikan pemaparan dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (3/1/2025). / Doc: istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id — Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) angkat bicara soal beredarnya surat yang meminta KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU. Dokumen itu ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar pada 20 November 2025, berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.

Dalam surat tersebut, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan dua hal. Pertama, KH Yahya Cholil Staquf diminta mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima. Kedua, jika dalam tiga hari tidak mengajukan pengunduran diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan yang bersangkutan dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Menanggapi situasi ini, Gus Ipul mengimbau seluruh struktur organisasi—mulai PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga Ranting—agar menjaga suasana kondusif. 

“Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (21/11).

Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi, ukhuwah, dan menahan diri dari langkah maupun pernyataan yang berpotensi memperkeruh keadaan. “Ikuti seluruh perkembangan hanya melalui informasi resmi yang disampaikan jajaran Syuriah PBNU. Jangan terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya. 

“Kita serahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan para wakilnya. Insyaallah semua akan diselesaikan dengan baik, proporsional, dan sesuai adab organisasi," tambahnya.

Lebih jauh, Gus Ipul mengajak warga NU memperbanyak sholawat serta menjaga ketenangan hati di tengah memanasnya perbincangan publik. 

“Mari tetap menjaga suasana teduh. Perbanyak sholawat, jangan ikut menyebarkan kabar yang tidak pasti,” kata dia. 

Ia memastikan dinamika internal akan diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah dan penuh kehati-hatian.

Berita Terkait