29 December 2025, 13:59

Banjir Bandang-Longsor Terjang Sukabumi, Jembatan Hanyut Bikin Satu Kampung Terisolasi & Jalan Provinsi Sempat Lumpuh

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak Minggu (28/12)

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,700
Banjir Bandang-Longsor Terjang Sukabumi, Jembatan Hanyut Bikin Satu Kampung Terisolasi & Jalan Provinsi Sempat Lumpuh
Ilustrasi. Warga melintasi lumpur akibat longsor dan banjir di Sukabumi beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Rangga Firmansyah)

SUKABUMI,perspektif.co.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak Minggu (28/12) siang memicu rangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, hingga longsor di sejumlah titik. Dampaknya merembet dari akses warga yang terputus, kampung terisolasi, rumah-rumah terdampak, hingga jalur penghubung antarkecamatan yang tersendat.

Di Kabupaten Sukabumi, banjir bandang dilaporkan menerjang Kampung Karikil, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, dan merusak jembatan sehingga akses keluar-masuk warga putus total. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung BPBD Kabupaten Sukabumi, Ebol, menyebut hujan berintensitas tinggi membuat hampir seluruh desa di Kecamatan Nyalindung terdampak, termasuk kondisi listrik yang sempat padam di beberapa titik.

“Betul, di wilayah Kecamatan Nyalindung tepatnya di Kampung Karikil ada jembatan yang terbawa banjir bandang sehingga satu kampung terisolasi,” ujar Ebol. 

Ia menambahkan informasi awal diterima dari perangkat desa, sementara di lapangan juga terjadi longsor yang membuat warga di RT 01 Kampung Karikil dievakuasi ke Majelis Taklim Al-Istiqomah lantaran ada laporan rumah tertimbun material. 

Tak hanya itu, Kota Sukabumi juga mencatat dampak kerusakan permukiman akibat hujan dengan intensitas tinggi. BPBD Kota Sukabumi mendata setidaknya 13 rumah terdampak, mulai dari banjir limpasan, atap ambruk, plafon roboh, hingga tembok jebol di sejumlah lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Joseph Sabaruddin menyebut sebaran kejadian antara lain berada di wilayah Kecamatan Lembursitu dan Cikole. 

“Dari hasil pendataan sementara, total ada 13 unit rumah yang terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan,” kata Joseph. \

Rincian dampak di Lembursitu antara lain banjir limpasan di Jalan Kapitan RT 01/RW 03, Kelurahan Cikundul yang berdampak pada dua rumah, banjir limpasan di Jalan Merdeka Kampung Situ Gede RT 01/RW 06 Kelurahan Cipanengah yang juga berdampak pada satu rumah, serta banjir di Kampung Cipanas, Jalan Proklamasi RT 01/RW 06 Kelurahan Cikundul yang memengaruhi tujuh kepala keluarga akibat drainase tidak normal dan volume air besar. Sementara itu, satu rumah di Jalan Merdeka Kampung Cikundul Hilir RT 01/RW 04 dilaporkan rusak karena sebagian atap ambruk akibat kondisi bangunan yang telah lapuk, dan satu rumah di Kampung Ciaul Kaler RT 04/RW 17 Kelurahan Cisarua mengalami kerusakan setelah plafon roboh. 

Gangguan juga terjadi pada jalur utama penghubung antarkawasan. Akses Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten di Kecamatan Nyalindung tertutup material longsor pada Minggu (28/12). Longsor terjadi di Kampung Liunggunung RT 02/RW 04, Desa Kertaangsana, setelah hujan deras mengguyur sejak sekitar pukul 13.00 WIB. Tebing di sisi jalan runtuh dan menutup badan jalan dengan tanah-lumpur setebal kurang lebih 0,5 meter sepanjang sekitar 50 meter, sehingga arus lalu lintas sempat tersendat dan diberlakukan buka-tutup karena belum ada jalur alternatif terdekat. 

Camat Nyalindung Antono menilai penutupan jalan provinsi itu berdampak langsung pada aktivitas warga. “Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antarwilayah. Dengan tertutupnya akses akibat longsor, mobilitas masyarakat menjadi terganggu, termasuk distribusi logistik dan aktivitas ekonomi warga,” ujarnya. 

Selain longsor di Desa Kertaangsana, jembatan Cidage yang menghubungkan Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja di Kampung Cirentet juga dilaporkan terputus akibat derasnya aliran air hujan, membuat akses transportasi warga di dua desa tersebut lumpuh. 

Di wilayah lain, banjir juga merendam permukiman di Kecamatan Cireunghas. Pemerintah Desa Cireunghas melaporkan luapan air menyebabkan permukiman dan jalan desa tergenang, terutama di Kampung Cikupa dan Kampung Gadog. 

“Banjir merendam permukiman warga dan akses jalan desa terutama di Kampung Cikupa dan Kampung Gadog. Air mulai naik sejak tadi siang dan semakin tinggi pada sore hari,” ujar Sekretaris Desa Cireunghas, Tellyana.Ia menyebut banjir dipicu hujan yang berlangsung cukup lama dan menggenangi beberapa titik, disertai arus air yang deras. 

Dampak banjir bandang di Sukabumi juga menyasar ternak warga. Di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, beberapa domba dan kambing dilaporkan hanyut terbawa arus. Warga setempat, Jefri Nasir, mengatakan banjir datang saat hujan turun cukup lama dan air meluap hingga masuk ke area permukiman. “Sampai ada korban ternak,” ujarnya sambil menyebut ada ternak yang tidak sempat diselamatkan ketika arus semakin deras. 

Berita Terkait