Perspektif.co.id - Baru beberapa jam mendarat di Tanah Air usai melakukan kunjungan kerja ke Rusia dan bertemu Presiden Vladimir Putin, Presiden Prabowo Subianto langsung terbang ke Aceh untuk meninjau warga terdampak banjir bandang dan longsor. Pada Jumat (12/12/2025), kepala negara menyambangi posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang dan menyampaikan permintaan maaf bila masih ada kebutuhan warga yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Sesuai agenda, setelah rangkaian lawatan ke sejumlah negara, Prabowo dijadwalkan mengunjungi tiga titik di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Takengon, dan satu titik lain di wilayah yang sama, sebelum melanjutkan perjalanan kerja ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat. “Dari Moskow hari ini, Presiden Prabowo bertolak ke Tanah Air, dan akan langsung mengunjungi Aceh, untuk ketiga kalinya, kemudian dilanjutkan ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat (12/12/2025).
Di Aceh Tamiang, Prabowo meninjau langsung kondisi pengungsian di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Di hadapan warga, ia menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf apabila layanan dan bantuan yang diberikan pemerintah belum sepenuhnya menjangkau seluruh kebutuhan korban, termasuk soal suplai listrik yang belum seratus persen normal.
“Pemerintah akan turun membantu semuanya, kita terus bekerja. Saya minta maaf kalau masih ada yang belum terpenuhi, mungkin listrik yang belum sepenuhnya menyala,” kata Prabowo kepada para pengungsi. Ia menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan.
Prabowo kemudian berbalik menanyakan langsung kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, mengenai perkembangan pemulihan kelistrikan di kabupaten tersebut. Armia menjelaskan bahwa pasokan listrik mulai kembali pulih secara bertahap di sejumlah titik. “Sudah mulai, Pak,” jawab Armia. “Sudah mulai, oke,” sahut Prabowo, sembari menegaskan bahwa proses di lapangan tidak selalu mudah.
Menurut Prabowo, medan dan kondisi infrastruktur yang terdampak bencana kerap menyulitkan penanganan darurat, namun bukan alasan untuk mengendurkan upaya. “Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama. Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal,” ujarnya.
Di tengah kunjungan ke tenda pengungsian itu, terekam pula momen ketika Prabowo memilih bersimpuh agar sejajar dengan anak-anak yang duduk di barisan paling depan. Mengenakan topi biru, ia tampak menyalami dan mengusap kepala beberapa anak yang menjadi korban bencana.
Senyum mengembang di wajah Prabowo saat berbincang singkat dengan mereka di dalam tenda. Beberapa anak perempuan dan laki-laki kemudian dipeluknya satu per satu sebagai bentuk penguatan moral bagi keluarga yang terdampak banjir bandang dan longsor. Usai berinteraksi dan berfoto bersama, Prabowo melepaskan topinya dan melambaikan tangan kepada para pengungsi yang menyambut kehadirannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem tampak mendampingi Presiden. Ia mengenakan jaket berwarna oranye yang lazim digunakan dalam kegiatan penanganan bencana. Kehadiran kepala daerah di sisi Presiden dipandang sebagai sinyal bahwa penanganan bencana di Aceh menjadi prioritas yang melibatkan semua unsur pemerintahan.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa alur distribusi bantuan logistik untuk wilayah-wilayah terdampak di Sumatera, termasuk Aceh, tidak mengalami hambatan berarti. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa distribusi terus diupayakan lancar dari posko utama hingga ke titik-titik pengungsian.
“Kami pastikan tidak ada keterlambatan distribusi logistik yang ada di posko,” ujar Abdul dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/12/2025). Ia menjelaskan, pencatatan stok dan manajemen distribusi logistik telah diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan di Lanud Sultan Iskandar Muda yang menjadi salah satu pintu masuk bantuan ke Aceh.
“Jadi buat rekan-rekan yang kebetulan ada di Provinsi Aceh, silakan melihat langsung bahwa tidak ada terjadi penimbunan atau stok logistik yang terhambat distribusinya di Lanud Sultan Iskandar Muda,” jelasnya.
Abdul mengakui, volume bantuan yang datang sangat besar karena tingginya antusiasme masyarakat, kementerian/lembaga, BUMN, dan organisasi kemasyarakatan untuk membantu korban banjir dan longsor. Namun, BNPB berupaya agar barang yang tiba di posko segera disalurkan pada hari yang sama. “Kami upayakan dalam hari berjalan itu bisa terdistribusi. Jadi, kalau misalkan 100 persen barang yang ada per pagi hari di posko, paling tidak 60 persen di hari yang sama sudah kami kirimkan ke daerah dan titik terdampak,” tutur Abdul.
Kunjungan Prabowo yang diwarnai permintaan maaf, pelukan kepada anak-anak pengungsi, serta penegasan soal komitmen pemerintah dan BNPB dalam distribusi bantuan, diharapkan bisa menenangkan warga yang tengah kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian. Pemerintah pusat dan daerah kini dituntut memastikan komitmen tersebut benar-benar terwujud di lapangan melalui pemulihan cepat dan tepat sasaran.