24 December 2025, 14:37

Mutasi Besar TNI: 2 Ajudan Presiden Prabowo “Pecah Bintang”, Panglima Rotasi 187 Pati

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di jajaran perwira tinggi.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,402
Mutasi Besar TNI: 2 Ajudan Presiden Prabowo “Pecah Bintang”, Panglima Rotasi 187 Pati
Dua ajudan Presiden Prabowo Subianto yakni Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto (kanan) dan Kolonel Pnb Anton Pallaguna (kiri) mendapat promosi jabatan dalam mutasi dan rotasi terbaru. (Arsip Istimewa)

Perspektif.co.id - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di jajaran perwira tinggi. Dalam kebijakan terbaru, dua ajudan Presiden Prabowo Subianto, Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto dan Kolonel Pnb Anton Pallaguna, tercatat mendapat promosi jabatan yang membuat keduanya naik ke pangkat perwira tinggi bintang satu. 

Rotasi-mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Total ada 187 Perwira Tinggi (Pati) yang masuk daftar mutasi, terdiri atas 109 Pati TNI AD, 36 Pati TNI AL, dan 42 Pati TNI AU.

Dalam susunan jabatan baru, Wahyo Yuniartoto dipromosikan menjadi Kapoksahli Kodam IX/Udayana. Dengan penempatan tersebut, ia diproyeksikan menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang satu dari sebelumnya kolonel.

Sementara itu, Anton Pallaguna mendapat penugasan sebagai Pa Sahli Tk II Poldagri Sahli Bidang Polkamnas Panglima TNI. Penempatan baru itu membuat Anton juga “pecah bintang” menjadi Marsekal Pertama (Marsma)

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari sistem pembinaan personel yang rutin dilakukan. “Rotasi jabatan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan wujud pembinaan karier yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan kesiapan satuan,” kata Freddy. 

Kebijakan mutasi ini sekaligus menegaskan pola pembinaan karier di tubuh TNI, terutama pada penghujung tahun, ketika sejumlah jabatan strategis di tiga matra ikut bergerak berganti. Sejumlah sumber pemberitaan juga mencatat mutasi kali ini mencakup berbagai posisi penting di TNI. 

Dengan promosi dua ajudan Presiden tersebut, perhatian publik ikut tertuju pada dinamika rotasi kepemimpinan dan penempatan personel di lingkungan TNI. Namun secara prinsip, TNI menekankan mutasi adalah mekanisme organisasi untuk menjaga kesiapan satuan dan kesinambungan pembinaan karier prajurit. 

Berita Terkait