JAKARTA, Perspektif.co.id - Rambut bercabang kerap dianggap masalah kecil, padahal ini salah satu tanda kerusakan rambut yang paling umum dan bisa dialami siapa saja. Kondisi ini biasanya muncul di ujung rambut karena bagian tersebut adalah “usia tertua” dari helai rambut—paling sering terpapar gesekan, panas, dan proses kimia, sehingga lebih rapuh dibanding bagian dekat akar.
Secara sederhana, rambut bercabang terjadi ketika lapisan pelindung terluar rambut (kutikula) mulai aus atau menipis. Saat “tameng” ini melemah, bagian dalam rambut menjadi lebih mudah terurai dan pecah, membuat ujung helai terlihat kering, kusam, mudah kusut, dan kehilangan kilau. Seiring waktu, ujung yang pecah bisa merambat naik dan membuat rambut tampak makin “rusak” serta gampang patah bila dibiarkan.
Pertanyaan paling sering muncul: apakah rambut bercabang harus dipotong? Jawaban yang paling konsisten dari berbagai rujukan kesehatan adalah: ya, jika tujuanmu benar-benar menghilangkan bagian yang sudah bercabang. Alasannya, ujung rambut yang sudah pecah tidak bisa “disembuhkan” permanen—produk perawatan bisa membantu tampilan sementara (lebih halus/rapi), tapi tidak mengembalikan struktur helai yang sudah terbelah. Healthline menegaskan, “Split ends can’t be repaired. The only reliable way to get rid of them is to cut them off.”
Pandangan serupa juga disampaikan Cleveland Clinic. Dalam penjelasan terkait perawatan rambut, dokter kulit Wilma Bergfeld mengibaratkan ujung bercabang seperti robekan pada stocking yang bisa merambat: “Split ends run up the hair fiber like a rip in your stockings. You need to clip those off.” (Cleveland Clinic) Artinya, pemangkasan ujung (trimming) bukan sekadar estetika, tapi langkah paling efektif untuk mencegah kerusakan merambat lebih tinggi dan memicu patah di bagian yang masih sehat.
Meski sama-sama disebut “bercabang”, bentuknya bisa beragam. Beberapa sumber menyebut setidaknya ada empat tipe yang paling sering dikenali. Double split biasanya tampak seperti huruf “Y” ketika ujung rambut terbelah dua; partial split mirip double split namun skalanya lebih kecil dan sering dikaitkan dengan kondisi rambut yang kering; tree split terlihat seperti “bercabang banyak” di beberapa titik; sedangkan fork split menyerupai garpu karena ujungnya terbagi lebih dari dua cabang.
Kalau sudah tahu “ujungnya harus dipotong”, bagian penting berikutnya adalah mencegahnya cepat muncul lagi. Sejumlah kebiasaan harian terbukti berkontribusi pada kerusakan rambut. American Academy of Dermatology (AAD) menyoroti bahwa cara keramas yang salah—misalnya menggosok sampo sampai ke batang rambut—bisa meningkatkan risiko kerusakan, dan mereka menyarankan cukup memijat lembut kulit kepala lalu membiarkan busa mengalir saat dibilas, tanpa menggosok batang rambut. (Academi dermatologi Amerika) AAD juga mengingatkan bahwa melewatkan kondisioner, mengeringkan rambut dengan menggosok handuk, serta menyisir saat rambut basah dapat memperparah kerusakan karena rambut dalam kondisi basah cenderung lebih rentan patah.
Selain itu, kebiasaan yang sering memicu ujung bercabang meliputi:
- menggosok sampo ke seluruh helai rambut saat keramas (bukan fokus ke kulit kepala),
- tidak menggunakan kondisioner,
- membiarkan rambut sering terpapar bahan kimia keras (misalnya air kolam berklorin),
- mengeringkan rambut dengan cara “menggosok” handuk,
- menyisir rambut saat masih basah,
- terlalu sering memakai alat panas (hair dryer, catokan, pengeriting) dengan suhu tinggi,
- penggunaan produk styling yang “tahan lama” dan berulang,
- mengikat rambut terlalu kencang (kuncir, sanggul, kepang) yang memicu tarikan dan gesekan,
- memakai hair extension,
- menjalani perawatan profesional (pelurusan, pengeritingan, pewarnaan) terlalu sering,
menyisir terlalu sering atau terlalu agresif.
Di titik ini, trimming menjadi semacam “rem darurat”. Bukan berarti rambut harus pendek, tapi ujung yang pecah perlu dipangkas agar kerusakan tidak merambat. Bagi yang ingin mempertahankan panjang, pilihan pemangkasan tipis berkala umumnya lebih aman dibanding menunggu ujung rambut makin rapuh dan patah acak. Intinya, produk perawatan boleh membantu membuat ujung terlihat lebih halus, tetapi untuk menghapus split ends yang sudah terjadi, langkah yang paling realistis tetap gunting.