22 December 2025, 16:51

Rupiah Melemah ke Rp16.777 per Dolar AS, Pengamat: Besok Berpotensi Fluktuatif di Rp16.770–Rp16.810

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin sore, 22 Desember 2025. Mata uang Garuda berakhir di level Rp16.777 per dolar AS

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
2,348
Rupiah Melemah ke Rp16.777 per Dolar AS, Pengamat: Besok Berpotensi Fluktuatif di Rp16.770–Rp16.810
Nilai tukar rupiah melemah 0,16 persen ke Rp16.777 per dolar AS pada Senin (22/12) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

perspektif.co.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin sore, 22 Desember 2025. Mata uang Garuda berakhir di level Rp16.777 per dolar AS, turun 27 poin atau sekitar 0,16% dibandingkan penutupan sebelumnya. 

Di saat yang sama, kurs referensi Bank Indonesia (BI) JISDOR berada di kisaran Rp16,77 ribu per dolar AS. Pada laman JISDOR BI untuk 22 Desember 2025, angka yang tercantum adalah Rp16.773 per dolar AS.

Perbedaan tipis antara kurs penutupan pasar dan JISDOR lazim terjadi karena fungsi JISDOR sebagai referensi harga spot USD/IDR yang disusun BI berdasarkan transaksi antarbank di pasar valas domestik melalui sistem pemantauan BI. Dengan kata lain, JISDOR bukan “harga tunggal” di seluruh kanal transaksi, melainkan rujukan yang representatif untuk pasar spot USD/IDR.

Dari sisi regional, pergerakan mata uang Asia dilaporkan bervariasi. Yuan China menguat tipis, disusul dolar Singapura dan peso Filipina yang naik terbatas, sementara ringgit Malaysia dan won Korea Selatan melemah. Yen Jepang dan baht Thailand berada di zona penguatan. 

Kondisi serupa terlihat pada mata uang negara maju. Poundsterling Inggris bergerak melemah, sedangkan euro Eropa, franc Swiss, dolar Kanada, dan dolar Australia tercatat menguat pada hari yang sama

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah prospek bahwa ekonomi Indonesia ke depan masih menghadapi tantangan besar dari faktor global dan domestik. Meski demikian, ia menilai peluang pertumbuhan tetap ada. “Namun, harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap ada meskipun dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, baik dari eksternal maupun internal Indonesia,” kata Ibrahim.

Untuk perdagangan berikutnya, Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi bergerak fluktuatif tetapi cenderung melemah dalam rentang Rp16.770–Rp16.810 per dolar AS. Proyeksi rentang ini menggambarkan pasar yang masih sensitif pada sentimen, terutama ketika permintaan dolar meningkat pada periode akhir tahun dan pelaku pasar global cenderung menahan risiko. 

Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia dalam beberapa kesempatan menegaskan fokus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global. Reuters melaporkan BI mempertahankan suku bunga acuan 7-day reverse repo di 4,75% pada 17 Desember 2025, dengan penekanan pada stabilisasi rupiah. 

BI juga pernah menyampaikan panduan arah nilai tukar untuk tahun berikutnya. Reuters mencatat Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut bank sentral menargetkan rupiah bergerak di sekitar 16.500 per dolar AS pada 2026, sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas sambil tetap mendukung pertumbuhan. 

Di tengah dinamika itu, pelaku pasar domestik biasanya memantau indikator referensi BI—termasuk JISDOR dan kurs transaksi BI—sebagai rujukan tambahan, selain pergerakan dolar global dan sentimen risiko di kawasan. Pada pembaruan kurs transaksi BI per 22 Desember 2025, BI juga menampilkan kurs jual-beli berbagai mata uang yang mencerminkan kondisi pasar hari itu. 

Berita Terkait