10 December 2025, 13:36

Terungkap! 10 Korban Kebakaran Kantor Terra Drone Tewas karena Gas Beracun, Ini Daftar Namanya

Sebanyak 10 jenazah korban kebakaran kantor Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, berhasil diidentifikasi tim dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,860
Terungkap! 10 Korban Kebakaran Kantor Terra Drone Tewas karena Gas Beracun, Ini Daftar Namanya
Petugas pemadam kebakaran mengeluarkan asap saat melakukan pencarian korban kebakaran di perkantoran Terra Drone (Ari Saputra/detikcom)

Perspektif.co.id - Sebanyak 10 jenazah korban kebakaran kantor Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, berhasil diidentifikasi tim dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Hasil pemeriksaan forensik mengungkap, para korban meninggal bukan semata karena luka bakar, melainkan terutama akibat menghirup asap dan gas beracun di dalam gedung yang terbakar.

Kepala Biro Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama menjelaskan, pemeriksaan luar maupun tes laboratorium sederhana mengarah pada dugaan kuat keracunan gas. “Untuk penyebab kematian, berdasarkan pemeriksaan staf dan para personel spesialis forensik kami, (penyebabnya) mengarah pada terhirupnya asap dan gas CO, karbon monoksida,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Menurut dia, temuan tersebut diperkuat oleh kadar karbon monoksida yang tinggi dalam darah para korban. Kondisi itu membuat oksigen yang seharusnya dihirup tidak tersedia secara cukup sehingga organ vital kehabisan suplai dan korban mengalami gagal napas hingga meninggal. Di tengah kepulan asap pekat, para korban diduga sempat terjebak di dalam bangunan sebelum akhirnya tak tertolong.

Selain keracunan gas, seluruh korban juga mengalami luka bakar di tubuhnya. Nyoman menyebut, sebagian besar luka bakar yang ditemukan berada pada derajat dua. Luka jenis ini ditandai dengan kulit melepuh dan kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam, menambah berat kondisi korban saat masih berada di dalam gedung yang terbakar.

Tim forensik tidak hanya mengandalkan pemeriksaan luar dan tes darah. Proses identifikasi juga dilakukan dengan metode ilmiah lain, seperti mencocokkan struktur gigi, rekam medis, sidik jari, hingga properti atau barang pribadi yang masih melekat pada tubuh korban ketika dievakuasi. Langkah ini harus ditempuh karena kondisi sebagian jenazah sudah mengalami kerusakan akibat paparan panas dan api.

“Jadi ada bagian-bagian tubuh, termasuk sidik jarinya, yang sulit kami eksplor karena beberapa bagian korban sudah melepuh,” kata Nyoman. Dalam situasi seperti itu, tim harus menggabungkan berbagai data primer dan sekunder agar identitas tiap jenazah dapat dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga.

Hingga laporan ini disusun, RS Polri Kramat Jati telah menerima 22 kantong jenazah terkait kebakaran di kantor Terra Drone. Dari jumlah tersebut, 10 korban berhasil diidentifikasi dan diumumkan kepada publik, sementara sisanya masih menunggu kecocokan data antemortem dari keluarga.

Berikut daftar 10 korban yang sudah teridentifikasi:

  • Pariyem, perempuan, 31 tahun, alamat Lampung Barat
  • Ninda Tan, perempuan, 32 tahun, alamat Serpong Utara, Tangerang Selatan
  • Muhammad Arief Budiman, laki-laki, 24 tahun, alamat Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
  • Muhammad Apriyana, laki-laki, 40 tahun, alamat Sudimara Jaya, Tangerang Selatan
  • Della Yohana Simanjuntak, perempuan, 22 tahun, alamat Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
  • Nasa Elia Sabita Nuralziza, perempuan, 27 tahun, alamat Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • Atinia Isnaini Rasyidah, perempuan, 18 tahun, alamat Makasar, Jakarta Timur
  • Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari, catatan medis, dan properti pribadi
  • Novia Nurwana, perempuan, 28 tahun, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, rekam gigi, data medis, dan properti
  • Yoga Valdier Yaseer, laki-laki, 28 tahun, teridentifikasi lewat kombinasi sidik jari, rekam gigi, data medis, dan properti

Identitas para korban ini menjadi pegangan penting bagi keluarga yang sejak awal menunggu kepastian nasib kerabat mereka. Dengan kepastian tersebut, proses pemulangan jenazah dan pemakaman dapat dilakukan sesuai keinginan keluarga masing-masing.

Sementara itu, penyidik kepolisian bersama tim laboratorium forensik masih menelusuri penyebab pasti kebakaran di kantor Terra Drone. Dugaan awal yang berkembang, api dipicu dari ledakan baterai drone di lantai satu. Ledakan tersebut diduga memicu percikan api yang kemudian menyambar berbagai material mudah terbakar di sekitarnya, sebelum menjalar ke lantai lain dan memenuhi bangunan dengan asap tebal.

Penyelidikan teknis lanjutan masih dilakukan untuk memastikan sumber api dan apakah ada faktor kelalaian atau pelanggaran standar keselamatan kerja dalam peristiwa ini. Hasil pemeriksaan lengkap dari tim Labfor akan menjadi dasar bagi langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka jika ditemukan unsur pidana.

Tragedi kebakaran kantor Terra Drone ini menambah daftar panjang insiden kebakaran gedung di kawasan Jabodetabek yang menelan korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir. Temuan forensik terkait peran gas beracun di balik tingginya angka kematian kembali mengingatkan pentingnya standar keamanan gedung, mulai dari sistem ventilasi, jalur evakuasi, hingga kelengkapan alat pemadam dan prosedur tanggap darurat bagi karyawan.

Pakar keselamatan kerja menilai, dalam insiden kebakaran di gedung bertingkat, korban kerap meninggal bukan karena langsung tersambar api, melainkan akibat menghirup asap dan gas beracun dalam waktu singkat di ruangan tertutup. Dalam konteks ini, hasil pemeriksaan RS Polri atas korban kebakaran kantor Terra Drone menjadi alarm bagi pengelola gedung dan pelaku usaha untuk meninjau ulang kesiapan sarana keselamatan di tempat kerja.

Sambil menunggu hasil final investigasi penyebab kebakaran, fokus utama aparat dan pihak rumah sakit kini adalah menyelesaikan proses identifikasi seluruh korban dan memastikan hak keluarga terpenuhi. Keluarga diimbau terus melengkapi data antemortem seperti rekam medis, foto gigi, hingga data sidik jari untuk mempercepat rekonsiliasi identitas terhadap jenazah yang masih belum terkonfirmasi.

Berita Terkait