09 December 2025, 23:18

Korban Kebakaran Gedung Terra Drone di Jakpus Tembus 20 Jiwa, Polisi: Termasuk Seorang Wanita Hamil

Polisi mengungkap, dari total korban tewas tersebut, salah satunya adalah seorang wanita yang sedang hamil.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,998
Korban Kebakaran Gedung Terra Drone di Jakpus Tembus 20 Jiwa, Polisi: Termasuk Seorang Wanita Hamil
Kebakaran melanda sebuah gedung yang berlokasi di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Selasa (9/12/2025) siang. Foto/Istimewa

Jakarta,Perspektif.co.id  – Jumlah korban meninggal dunia dalam kebakaran Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, bertambah menjadi 20 orang. Polisi mengungkap, dari total korban tewas tersebut, salah satunya adalah seorang wanita yang sedang hamil.

“Saat ini korban yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 20 orang, lima orang laki-laki dan 15 perempuan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Selasa (9/12). Ia menegaskan proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung di seluruh area gedung.

Susatyo menjelaskan, tim gabungan terus melakukan penyisiran hingga lantai enam gedung perkantoran itu. Hingga saat pernyataan disampaikan, petugas baru berhasil menyisir sampai lantai lima. “Lantai 4, 5 sudah disisir, saat ini berat di lantai 6. Dan memang kondisi menuju ke lantai 6, menurut keterangan dari teman-teman Damkar itu cukup berat,” kata dia.

Dalam perkembangan terbaru, Susatyo mengonfirmasi bahwa di antara 20 korban tewas terdapat seorang perempuan yang tengah mengandung. “Ada korban wanita hamil. Salah satu korban adalah wanita hamil,” ucapnya singkat. Identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kebakaran hebat tersebut melanda Gedung Terra Drone yang berlokasi di Cempaka Baru pada Selasa siang (9/12). Api diduga berawal dari sebuah baterai yang berada di lantai satu. “Sekitar pukul 12.30 memang ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar. Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, kemudian ternyata baterai bakar ini menyebar karena di lantai 1 ini adalah salah satu tempat gudangnya,” jelas Susatyo menggambarkan awal kejadian.

Saat insiden terjadi, para karyawan sedang menjalani istirahat makan siang. Sebagian pegawai disebut berada di luar gedung, sementara yang lain naik ke lantai dua hingga enam untuk beristirahat. Situasi berubah cepat ketika api membesar dan menimbulkan asap pekat yang menjalar ke lantai atas.

“Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai enam,” tutur Susatyo. Asap tebal yang memenuhi koridor dan ruang kerja di lantai atas diduga kuat menjadi faktor utama yang menyebabkan banyak korban terjebak dan sulit menyelamatkan diri.

Hingga kini, petugas pemadam kebakaran dan kepolisian masih melakukan penyisiran menyeluruh di dalam gedung untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. Di saat yang sama, proses identifikasi korban tewas dan penanganan korban selamat terus dilakukan di rumah sakit rujukan. Polisi juga tengah mendalami penyebab pasti kebakaran, termasuk pemeriksaan teknis terkait baterai dan fungsi gudang di lantai satu yang menjadi titik awal munculnya api.

Berita Terkait